Korban Gempa Kerinci baru dapat Bantuan Satu Buah Tenda

Kompas.com - 02/10/2009, 19:45 WIB

SUNGAI PENUH, KOMPAS.com - Penanganan terhadap ribuan korban gempa di Kabupaten Kerinci, Jambi hingga Jumat (2/10) belum maksimal dilakukan. Padahal, jarak dari pusat pemerintahan ke daerah terparah yang berada di Kecamatan Gunung Raya hanya sekitar 30 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu satu jam.

Sekretaris Desa Lolo Gedang, Kecamatan Gunung Raya Yalmi (39) , mengatakan, tidak banyak bantuan yang sudah diterima oleh Pemerintah Desa Lolo Gedang dari pemerintah daerah.

"Bantuan dari pemerintah yang kami terima baru satu tenda dari Departemen Sosial. Bantuan dari beberapa donatur berupa makanan sudah ada tapi langsung diserahkan kepada korban tidak melalui desa," ujar Yalmi.

Sebanyak 334 kepala keluarga di Lolo Gedang menjadi korban gempa, dua orang di antaranya terluka. Selain itu, tercatat 52 rumah hancur, 49 rumah rusak berat, dan 40 rumah rusak ringan.

Yalmi mengatakan, yang paling dibutuhkan oleh para korban saat ini adalah tenda darurat untuk bernaung, selimut, obat-obatan, dan makanan anak. Sebab, setelah diguncang gempa dan rumahnya rusak warga tinggal di pinggir jalan desa menggunakan tenda milik pribadi seadanya. Kebanyakan tenda mereka sudah berlubang sehingga bocor kalau hujan terjadi.

Seorang korban gempa Armawati (28) menuturkan, "Rumah saya hancur jadi saya terpaksa tidur di penggergajian kayu. Tenda yang saya pakai sudah bolong-bolong. Kalau hujan pasti bocor. Kami jadi susah tidur."

Sementara itu, Kepala Seksi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah Kerinci Yunaidi, mengatakan, sebanyak 20 polisi hutan dikerahkan untuk membantu korban gempa. Bersama dengan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Kerinci polhut dari TNKS berencana membuat dapur umum.

Gempa di Kabupaten Kerinci terjadi pada Kamis (1/10) pukul 08.52. Pusat gempa berkekuatan 7 SR ini berada di darat, yakni 46 kilometer Tenggara Sungai Penuh, Jambi dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan data Posko Bencana Kabupaten Kerinci, gempa tersebut dirasakan di 26 desa yang ada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Gunung Raya, Keliling Danau, Danau Kerinci, Batang Merangin, dan Siulak. Gempa mengakibatkan 1.385 rumah rusak dengan 63 rumah di antaranya rusak total dan 474 rumah rusak berat. Selain itu, dua orang tewas akibat gempa tersebut dan 29 orang lainnya terluka.

Sementara data bantuan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan, bantuan berupa beras sebanyak 7,5 ton, sarung 200 buah, selimut 300 buah, velbed 20 buah, tenda peleton 10 buah, dan tenda biru 200 buah.

Anggota Bagian Logistik Tim Penanganan Bancana Kabupaten Kerinci Effendi, mengungkapkan, posko bantuan hanya berfungsi menerima bantuan dari donatur saja. Sementara urusan distribusi logistik ditangani oleh Dinas Sosial.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau