PADANG, KOMPAS.com — Air mata tak henti-hentinya membasahi wajah Yuhelmi (42), ibu dari Alfioza Adia (13), korban gempa yang tertimpa reruntuhan gedung bimbingan belajar Gama.
Tidak selintas pun Yuhelmi pernah terpikir bahwa Rabu (30/9) pagi lalu merupakan saat terakhirnya melihat putri semata wayangnya. Pasalnya, pagi itu Yuhelmi mengaku tidak ada firasat akan kehilangan putrinya.
"Pagi itu, saya hanya sempat menyuapi makan. Setelah itu, dia cium tangan saya, lalu berangkat ke sekolah," ujar Yuhelmi kepada Kompas.com, Sabtu (3/10) di sekitar reruntuhan bangunan bimbingan belajar Gama, Padang, Sumatera Barat.
Alfioza adalah satu dari korban yang diduga masih terhimpit reruntuhan gedung Gama. Tim evakuasi dari Swiss, dengan mengerahkan enam anjing pelacak, terus berusaha mencari Yosa, demikian nama panggilan Alfioza.
Rabu lalu, Yosa bersama adiknya, seperti minggu-minggu sebelumnya, mengikuti bimbingan pelajaran sekolah bersama sekitar 40 pelajar lainnya. "Begitu gempa terjadi, saya dengar bahwa Gama hancur. Hati saya langsung tak tenang," ujar Yuhelmi.
Maka, Yuhelmi dan Adianova (46), sang ayah, langsung menuju Gama dan RSUP M Djamil Padang. Beruntung, adik Yosa sempat menyelamatkan diri ke luar karena belajar di lantai satu. Namun, naas bagi Yosa dan teman-temannya yang belajar di lantai dua dan tiga.
Tiga hari telah berlalu. Yuhelmi mengaku siap jika Yosa nanti ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. "Saya ikhlas. Dia belum akil balig, pasti masuk surga. Namun, biarkan saya mendekap dan memeluknya," ujar Yuhelmi menitikkan air mata.
Kendati demikian, Yuhelmi tetap berharap akan ada keajaiban. "Kasihan, dia anak yang baik," ucapnya lirih.
Komandan tim evakuasi dari Swiss, Stockli Urs, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari Yosa dan beberapa korban lainnya. "Kami mengerahkan semua anjing pelacak yang kami bawa ke sini (Padang)," ujar Urs kepada Kompas.com di sela-sela kesibukannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang