Biarkan Saya Memeluk Anak Saya...

Kompas.com - 03/10/2009, 15:08 WIB

PADANG, KOMPAS.com Air mata tak henti-hentinya membasahi wajah Yuhelmi (42), ibu dari Alfioza Adia (13), korban gempa yang tertimpa reruntuhan gedung bimbingan belajar Gama.

Tidak selintas pun Yuhelmi pernah terpikir bahwa Rabu (30/9) pagi lalu merupakan saat terakhirnya melihat putri semata wayangnya. Pasalnya, pagi itu Yuhelmi mengaku tidak ada firasat akan kehilangan putrinya.

"Pagi itu, saya hanya sempat menyuapi makan. Setelah itu, dia cium tangan saya, lalu berangkat ke sekolah," ujar Yuhelmi kepada Kompas.com, Sabtu (3/10) di sekitar reruntuhan bangunan bimbingan belajar Gama, Padang, Sumatera Barat.

Alfioza adalah satu dari korban yang diduga masih terhimpit reruntuhan gedung Gama. Tim evakuasi dari Swiss, dengan mengerahkan enam anjing pelacak, terus berusaha mencari Yosa, demikian nama panggilan Alfioza.

Rabu lalu, Yosa bersama adiknya, seperti minggu-minggu sebelumnya, mengikuti bimbingan pelajaran sekolah bersama sekitar 40 pelajar lainnya. "Begitu gempa terjadi, saya dengar bahwa Gama hancur. Hati saya langsung tak tenang," ujar Yuhelmi.

Maka, Yuhelmi dan Adianova (46), sang ayah, langsung menuju Gama dan RSUP M Djamil Padang. Beruntung, adik Yosa sempat menyelamatkan diri ke luar karena belajar di lantai satu. Namun, naas bagi Yosa dan teman-temannya yang belajar di lantai dua dan tiga.

Tiga hari telah berlalu. Yuhelmi mengaku siap jika Yosa nanti ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. "Saya ikhlas. Dia belum akil balig, pasti masuk surga. Namun, biarkan saya mendekap dan memeluknya," ujar Yuhelmi menitikkan air mata.

Kendati demikian, Yuhelmi tetap berharap akan ada keajaiban. "Kasihan, dia anak yang baik," ucapnya lirih.

Komandan tim evakuasi dari Swiss, Stockli Urs, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari Yosa dan beberapa korban lainnya. "Kami mengerahkan semua anjing pelacak yang kami bawa ke sini (Padang)," ujar Urs kepada Kompas.com di sela-sela kesibukannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau