TOKYO, KOMPAS.com - Maria Sharapova mengakhiri penantiannya untuk meraih gelar juara dunia pasca-cedera bahu yang memaksanya istirahat panjang selama tahun lalu. Sabtu (3/10), petenis cantik Rusia ini mengangkat trofi Pan Pacific Open setelah di final mengalahkan petenis Serbia Jelena Jankovic.
Kemenangan Sharapova ini mungkin tak terlalu indah, karena dia hanya berduel selama tujuh game. Pasalnya, Jankovic yang merupakan unggulan ketujuh, mundur saat tertinggal 2-5 di set pertama, akibat cedera lengan.
Alhasil, Sharapova yang kembali mengayun raket pada bulan Mei ini pun menjadi juara, dan mengulangi prestasi tahun 2005 ketika pertama kali menjadi juara di sini.
"Ini pertarungan yang sulit karena Jelena mengawalinya dengan sangat kuat. Ini merupakan final keduaku sepanjang tahun ini, sehingga saya agak gugup," ungkap petenis berusia 22 tahun ini.
"Saya ingin tampil lebih bagus lagi. Saya merasa tampil bagus dan saya ingin mempertahankannya," tambah Sharapova yang sempat tertinggl 0-40 di game pembuka.
Setelah tertinggal 0-2, Sharapova bangkit. Dia menyapu lima game selanjutnya untuk unggul 5-2. Tetapi performa Jankovic terganggu oleh cedera lengan kanan, yang sudah dialaminya sejak semifinal hari Jumat kemarin.
Dengan kemenangan ini, Sharapova yang meraih kemenangan kelima atas Jankovic dalam tujuh pertemuan mereka, berhak mendapat hadiah uang 350.000 dollar AS (sekitar Rp 3,372 miliar). Dan, ini merupakan gelar pertama Sharapova sejak Amelia Island pada April 2008, dan secara keseluruhan yang ke-20, empat di antaranya di Tokyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang