Jawa Tengah Kirim Dokter Tulang

Kompas.com - 03/10/2009, 22:41 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan lima dokter spesialis bedah ortopedi dan anastesi untuk dikirim ke lokasi gempa di, Padang, Sumatera Barat.
    
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Hartanto, di Semarang, Sabtu (3/10), mengatakan, kelima dokter spesialis tulang tersebut diperbantukan dari Rumah Sakit Kariadi Semarang, Moewardi Surakarta, dan Margono Magelang. Selain dokter spesialis, kata dia, tim medis dari Jawa Tengah juga akan diperkuat oleh tiga dokter umum serta sejumlah tenaga medis lainnya.
    
Menurut dia, tim medis dari provinsi ini akan diberangkatkan pada Senin (5/10) pekan depan. "Pemberangkatan akan dilakukan bertahap dalam tiga kelompok, diberangkatkan antara Oktober hingga November 2009," katanya.
    
Ia menuturkan, tenaga medis yang dikirim ini akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional serta tim dari Rumah Sakit M.Jamil Padang.
    
Ia menambahkan, bersama dengan tim medis ini, Jawa Tengah juga mengirimkan logistik bantuan berupa obat, bahan kebutuhan pokok, serta air bersih.
    
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo telah menginstruksikan dinas kesehatan segera mengirim tenaga medis ke lokasi gempa di Sumatera Barat, sehari setelah kejadian. Menurut gubernur, bantuan yang dikirim ini merupakan bagian dari solidaritas provinsi ini atas musibah yang menimpa Sumatera Barat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau