MANCHESTER, KOMPAS.com - Manchester United (MU) selamat dari kekalahan menyusul gol bunuh diri bek Sunderland, Anton Ferdinand, di masa injury time, yang membuat kedudukan berakhir 2-2, dalam duel lanjutan Premier League, di Old Trafford, Sabtu (3/10).
Hasil itu mengecewakan bagi MU, mengingat mereka bermain di kandang sendiri. Apalagi, sejak awal, mereka memang mengupayakan terciptanya gol cepat. Namun, upaya mereka mencari gol cepat melalui sayap dan sektor tengah, kandas oleh Sunderland yang rajin mengejar dan memotong alur umpan MU.
Meski tampil defensif, Sunderland juga cukup rajin mencari peluang. Setiap kali berhasil merebut bola, mereka langsung mengalirkan bola ke depan. Memanfaatkan renggangnya pertahanan MU, Sunderland bahkan berhasil unggul melalui Darrent Bent di menit ketujuh. Dari luar kotak penalti, Bent melepaskan tendangan jarak jauh yang bersarang di sudut kanan bawah gawang Ben Foster.
Keadaan tertinggal memaksa MU meningkatkan tensi serangannya. Mengandalkan umpan-umpan pendek mereka mengurung Sunderland dan mencari celah di berbagi sisi pertahanan mereka. Meski begitu, MU tetap kesulitan menembus rapatnya pemain Sunderland di kotak penalti.
Hingga menit ke-22, MU masih tak mampu memecah konsentrasi bek Sunderland. Semakin mereka ngotot menyerang, semakin ketat Sunderland menjaga wilayah pertahanan mereka. Memang, MU sempat mencoba mengatasi kebuntuan itu melalui tendangan jarak jauh, sepak pojok, atau tendangan bebas. Toh usaha mereka sia-sia.
Terus-menerus gagal dan kerepotan mengatasi serangan balik Sunderland, rasa frustrasi pun mulai menjalari pemain MU. Pada menit ke-27, misalnya, Paul Scholes kesulitan mengejar laju Darrent Bent yang sedang memimpin serangan. Ia pun mengerem larinya, namun menjulurkan kaki mengganjal Bent. Tanpa banyak basa-basi, wasit Alan Wiley langsung mengacungkan kartu kuning kepada Scholes.
Melihat "Setan Merah" kelimpungan, Sunderland semakin giat mengusahakan gempuran. Di menit ke-28, misalnya, Sunderland nyaris menggandakan keunggulan melalui Kenwyne Jones. Namun, belum sempat ia menyepak bola, Foster keburu menjatuhkan diri mengamankan bola.
Memasuki menit ke-41, permainan tetap berlangsung alot. MU bahkan mulai kehilangan kendali permainan, seiring membaiknya penguasaan bola Sunderland. Namun perubahan peta kekuatan itu tak berdampak pada hasil due. Skor 1-0 untuk Sunderland bertahan hingga peluit turun minum berbunyi.
Memasuki babak kedua, "Setan Merah" kembali menggebrak dengan permainan cepat. Setelah beberapa kali gagal, MU akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit ke-51 melalui Dimitar Berbatov. Memanfaatkan umpan lambung John O'Shea, Berbatov bersalto meneruskan bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Craig Gordon, yang sebelumnya nyaris tak pernah terancam.
Gol Berbatov mendongkrak moral "Setan Merah". Mereka pun semakin gencar menyerang benteng Sunderland. Sayangnya, agresivitas mereka tidak diikuti disiplin barisan belakang. Akibatnya, Sunderland berusaha setengah mati untuk menahan gempuran, sekaligus mencari peluang serangan balik.
Betul saja, ketika MU sedang asyik menyerang, Sunderland berhasil merebut bola di tengah dan bangkit menyerang. Sunderland kemudian kembali unggul di menit ke-58 melalui Kenwyne Jones.
Gol bermula dari umpan lambung Andy Reid ke tengah kotak penalti. Ben Foster sudah meninggalkan sarang dan berusaha menangkap bola. Namun, sejenak sebelum tangan Foster menggenggam bola, Jones menanduknya masuk ke tengah atas gawang MU.
Tak mau kecolongan, Sunderland kembali merapatkan barisan tengah dan belakang. Barisan depan juga tak ragu mundur ketika lini pertahanan mendapat tekanan tuan rumah. Soliditas ini mampu mengandaskan setiap upaya MU mengalirkan bola ke benteng Sunderland.
Untuk mengatasi ketatnya pengawalan, MU mencoba memainkan umpan-umpan panjang dan memaksimalkan bola mati. Namun, cepatnya reaksi Sunderland menutup ruang gerak lawan, membuat MU tetap susah menyelipkan ancaman.
Pada menit ke-69, misalnya, setelah sepak pojoknya dimentahkan Michael Turner, Nani kembali memungut bola dan melepaskan umpan silang. Bola kemudian berhasil ditanduk Rooney, yang sayangnya melebar ke sisi kanan gawang.
Untuk mengatasi kebuntuan, Alex Ferguson memasukkan Antonio Valencia dan Michael Carrick menggantikan Darren Fletcher dan Danny Wellbeck di menit ke-71. Namun, keputusan Ferguson gagal membuahkan perbaikan signifikan. Sebaliknya, MU terus mengalami penurunan tempo dan mulai kehilangan penguasaan bola.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-80, kedudukan 2-1 belum berubah. Sunderland pun mulai menatap rengkuhan tiga poin di akhir laga. Namun, mimpi itu terancam buyar menyusul kartu kuning kedua yang diterima Kieran Richardson di menit ke-85, atas pelanggarannya kepada Valencia.
Dengan waktu yang sangat pendek, MU berusaha memanfaatkan keadaan itu dengan kembali menaikkan tensi serangan. Setelah beberapa saat, MU berhasil mengurung Sunderland di kotak penalti.
Sekadar mencari peluang gol, MU pun melakukan sejumlah tendangan spekulasi. Di masa injury time, keajaiban pun terjadi. Sebuah tembakan dari Patrice Evra membentur tubuh Ferdinand dan masuk ke gawang Gordon. Gol penyama kedudukan itu langsung disambut peluit tanda berakhirnya laga.
Dengan hasil ini, "Setan Merah" masih menduduki puncak klasemen sementara dengan 19 poin atau unggul satu angka dari Chelsea di tempat kedua. Sementara itu, Sunderland berada di tempat keenam dengan 13 poin.
Susunan pemain:
MU: Foster; Evans, Vidic, Evra, O'Shea; Scholes (Anderson 45), Fletcher (Valencia 71), Nani, Wellbeck (Carrick 71); Berbatov, Rooney
Sunderland: Gordon; Ferdinand, Turner, Richardson, Bardsley; Cattermole, Cana, Reid (Henderson 74), Malbranque (McCartney 86); Jones (Campbell 84), BentJones (Campbell 84), Bent