PADANG, KOMPAS.com —Bagi perwira seksi Satuan Brimob Polda Sumbar AKP Suriadi (48), pekerjaannya sebagai pengayom masyarakat adalah amanah. Maka, begitu ditugaskan membantu mengevakuasi para korban gempa Sumatera Barat, khususnya yang berada di Hotel Ambacang, Padang, Suriadi mengaku tidak keberatan.
Sejak Rabu (30/9) lalu, Suriadi tak henti-hentinya merayapi celah-celah reruntuhan Hotel Ambacang guna mengevakuasi korban gempa, baik yang meninggal maupun yang diduga selamat. "Kita memang harus menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai keberadaan sanak keluarganya yang tertimbun reruntuhan. Ini untuk menghapus kekhawatiran mereka," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (4/10) pagi di sekitar Hotel Ambacang.
Suriadi dan anak buahnya termasuk petugas yang pertama kali tiba di Hotel Ambacang yang luluh lantak Rabu silam. "Begitu sampai, saya dan teman-teman langsung memanjat tembok hotel dan masuk ke dalam. Alhamdulilah, kami dapat menyelamatkan beberapa korban bertahan," kenangnya. Korban pertama yang berhasil diselamatkan Suriadi dan teman-temannya adalah seorang ibu yang lututnya terimpit bebatuan yang menimpanya. Mereka juga menyelamatkan pramugari yang tertindih rangka bangunan. Demi menyingkirkan rangkaian besi yang menindihnya, Suriadi terpaksa menggunakan gergaji besi.
Tinggalkan Anak Istri
Ketika gempa terjadi, Suriadi terpaksa meninggalkan istri dan anak tunggalnya. Beberapa menit setelah gempa, Suriadi memang sempat berkomunikasi dengan istrinya. Namun, setelah itu jaringan telekomunikasi langsung lumpuh. Mengeluhkah mereka? "Alhamdulilah tidak. Mereka mengerti bahwa ini adalah risiko pekerjaan saya," ujar Suriadi yang telah 29 tahun mengabdi sebagai pengayom masyarakat itu.
Menangani korban gempa bukanlah pengalamannya yang pertama. Ketika tsunami memorakmorandakan Aceh pada 2004, Suriadi, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Komandan Kompi di Polres Aceh Besar, turut membantu mengevakuasi korban sejak hari pertama.
Ketika para ahli gempa memperkirakan gempa di Sumatera Barat bukanlah yang terakhir, Suriadi hanya berharap masyarakat semakin mengerti cara menyelamatkan diri ketika gempa melanda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang