Harga Emas Mahal, Bisnis Terpukul

Kompas.com - 05/10/2009, 08:28 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Melambungnya harga emas di pasaran dunia juga turut memukul industri perhiasan emas di dalam negeri. Saat ini, harga emas telah mencapai 1.000 dollar AS per troy ounce.

Menurut John Salmon, Direktur Pengelola PT Sumber Kreasi Cipta Logam, naiknya harga emas telah menyurutkan permintaan masyarakat akan perhiasan emas. "Hingga akhir 2009, permintaan perhiasan emas bisa menurun hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu," ujar John kepada KONTAN.

Secara keseluruhan, John menilai bisnis emas sepanjang tahun 2009 ini tak akan sekemilau kinerjanya pada tahun 2008 lalu. "Penurunan bisnis emas sudah bisa dirasakan sejak kuartal keempat 2008 lalu," tegasnya.

Memasuki kuartal pertama tahun ini, permintaan emas lagi-lagi melorot. Dari pengamatan tersebut, John menilai bahwa bisnis emas di tahun 2009 bakal suram.

Berbeda dengan John, Leo Hadi Loe, Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) justru mengatakan, bahwa kondisi bisnis emas tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Tapi Leo mengakui akan ada sedikit penurunan permintaan lantaran harga emas melambung tinggi. "Menurut saya hingga akhir tahun 2009 harga emas bakal berkisar di harga 900 dollar AS hingga 1.000 dollar AS, tidak lebih dari itu," ujarnya.

Kendati masih optimistis, Leo mengimbau para pengusaha perhiasan emas untuk mengubah target sasaran pelanggannya, dari pembeli konvensional menjadi pembeli yang berpatokan pada desain, gaya hidup ataupun gengsi. "Ini adalah upaya agar bisnis perhiasan emas di Indonesia tidak terlalu terpukul dan terus menurun permintaannya," katanya.

Leo juga memberi tips agar pengusaha emas tak ragu mengintegrasikan bisnisnya dengan tren fesyen terkini. "Misalnya dengan industri ponsel premium," kata Leo. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau