Pistol Itu Dipendam di dalam Tanah

Kompas.com - 05/10/2009, 15:16 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Setelah digunakan untuk membunuh Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, pistol jenis revolver disimpan di dalam tanah di gudang kosong milik PT Yasun Litex, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang. Pistol yang dibungkus rapi ditanam di dalam tanah sedalam 15 sentimeter di salah satu sudut gudang tersebut.

"Saya disuruh abang (Hendrikus) untuk menanam bungkusan itu dalam tanah. Saya menggali tanah dengan kayu dan menamam bungkusan itu," ujar Timotius Kumar alias Kumar, adik terdakwa Hendrikus, saat memberikan kesaksian dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi untuk perkara pidana dugaan pembunuhan berencana atas Nasrudin, Senin (5/10) di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim M Asnun SH, Kumar menceritakan, sebelum ditanam di tanah abangnya, Hendrikus, menyuruh dirinya menyimpan bungkusan itu di rumah kos Daniel Daean. "Setelah tiba di tempat kos itu, abang telepon lagi dan menyuruh untuk disimpan dalam tanah di gudang kosong di Kota Tangerang. Abang saat itu sedang berada di Flores enggak tahu dalam rangka apa dia di sana," papar Kumar.

Selama menjalanlan tugasnya, Kumar mengaku tidak tahu persis isi bungkusan yang dibawanya kesana kemari tersebut. Ia baru mengetahui bungkusan itu adalah sebuah pistol setelah polisi membongkar bungkusan yang ditanam Kumar. Ia sendiri disuruh polisi membongkar kembali bungkusan yang telah ditanamnya tersebut. "Waktu itu polisi membuka bungkusan itu dan memperlihatkan gagang pistol, Hanya gagang saja," papar Kumar.

Kepada majelis hakim, Kumar mengaku, sehari setelah menanam bungkusan itu, dia ditangkap polisi saat akan masuk kerja. "Saya sudah ditunggu polisi di tempat kerja. Saya digiring ke Hotel Nirwana Cawang. Saya dimasukkan dalam kamar seorang diri saja dan enggak ngapa-ngapain. Besoknnya saya dibawa ke kantor polisi," papar Kumar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau