ROMA, KOMPAS.com — Masih ingat dengan kejadian heboh di final Piala Dunia 2006? Belum lekang dari ingatan bagaimana dunia gempar dengan aksi kapten Perancis, Zinedine Zidane, yang menanduk dada defender Italia, Marco Materazzi. Ternyata, konflik tersebut masih alot hingga kini. Bahkan, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sekaligus peraih Nobel Perdamaian 1973, Henry Kissinger, pernah gagal saat mendamaikannya.
Tandukan Zidane tersebut memang mencoreng sportivitas dunia sepak bola. Saat itu, Zidane punya alasan khusus untuk "melegalkan" tindakannya. Menurut mantan pemain termahal di dunia itu, Matrix—sapaan akrab Materazzi—telah melecehkan adik perempuannya. Karena itu, Zizou—sapaan akrab Zidane—berang kemudian menanduk dada Matrix hingga tersungkur. Alhasil, Zidane mendapat ganjaran kartu merah.
Perseteruan dua pemain ini nyaris tak berujung. Kissinger yang pernah sukses mendamaikan pihak yang bertikai di Vietnam pada 1973 juga gagal membuat Zizou-Matrix akur lagi. Usaha Kissinger untuk mendamaikan dua pemain tersebut dilakukan pada sebuah program televisi "Telethon Notize", yang merupakan sebuah acara untuk mengumpulkan dana bagi pengidap penyakit genetis.
Seperti yang diberitakan La Gazzetta dello Sport, Kissinger beserta Marcello Lippi, Massimo Moratti, Didier Deschamps, Michel Platini, dan Jacques Chirac berusaha mengajak Matrix dan Zizou berjabat tangan. Namun, upaya itu gagal karena Zizou tampaknya menolak.
Matrix mengatakan: "Aku siap mencoba (damai) dalam segala hal."
Setahun kemudian, Matrix membalasnya dengan menolak uluran tangan perdamaian. Kejadian itu terjadi saat Zidane menggelar pertandingan amal di Marseille, yang kala itu Matrix emoh datang. (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang