Peraih Nobel Perdamaian Pun Gagal Damaikan Zizou-Matrix

Kompas.com - 05/10/2009, 20:04 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Masih ingat dengan kejadian heboh di final Piala Dunia 2006? Belum lekang dari ingatan bagaimana dunia gempar dengan aksi kapten Perancis, Zinedine Zidane, yang menanduk dada defender Italia, Marco Materazzi. Ternyata, konflik tersebut masih alot hingga kini. Bahkan, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sekaligus peraih Nobel Perdamaian 1973, Henry Kissinger, pernah gagal saat mendamaikannya.

Tandukan Zidane tersebut memang mencoreng sportivitas dunia sepak bola. Saat itu, Zidane punya alasan khusus untuk "melegalkan" tindakannya. Menurut mantan pemain termahal di dunia itu, Matrix—sapaan akrab Materazzi—telah melecehkan adik perempuannya. Karena itu, Zizou—sapaan akrab Zidane—berang kemudian menanduk dada Matrix hingga tersungkur. Alhasil, Zidane mendapat ganjaran kartu merah.    

Perseteruan dua pemain ini nyaris tak berujung. Kissinger yang pernah sukses mendamaikan pihak yang bertikai di Vietnam pada 1973 juga gagal membuat Zizou-Matrix akur lagi. Usaha Kissinger untuk mendamaikan dua pemain tersebut dilakukan pada sebuah program televisi "Telethon Notize", yang merupakan sebuah acara untuk mengumpulkan dana bagi pengidap penyakit genetis.  

Seperti yang diberitakan La Gazzetta dello Sport, Kissinger beserta Marcello Lippi, Massimo Moratti, Didier Deschamps, Michel Platini, dan Jacques Chirac berusaha mengajak Matrix dan Zizou berjabat tangan. Namun, upaya itu gagal karena Zizou tampaknya menolak.

Matrix mengatakan: "Aku siap mencoba (damai) dalam segala hal."

Setahun kemudian, Matrix membalasnya dengan menolak uluran tangan perdamaian. Kejadian itu terjadi saat Zidane menggelar pertandingan amal di Marseille, yang kala itu Matrix emoh datang. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau