Mitsubishi Naikkan Target Penjualan Pajero Sport 750 Unit Setiap Bulan

Kompas.com - 06/10/2009, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan tingginya minat konsumen Indonesia terhadap Pajero Sport, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), yang sebelumnya cuma menargetkan penjualan 600 unit per bulan, kini menaikkannya menjadi 750 unit per bulan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran KTB Rizwan Alamsjah SE, Senin (5/10), kepada wartawan di Puri Marina Ancol dalam acara Test Drive Pajero Sport. Padahal, saat peluncuran, Mitsubishi hanya menargetkan penjualan sampai akhir tahun sebesar 500 unit.

“Sebelumnya kita telah merevisi dengan target 600 per bulan. Ternyata, permintaan tetap tinggi karena sekarang dinaikkan menjadi 750 unit per bulan,” ungkap Rizwan. Ditambahkan pula, sebanyak 80 persen dari Pajero yang dijual di Indonesia adalah versi 4 x 2.

Sejak diluncurkan, pertengahan Juni lalu, sampai akhir Agustus 2008, berdasarkan data yang dimiliki KOMPAS.com, Pajero Sport telah mencapai penjualan (retail) 551 unit. Inden SUV yang dibuat di Thailand ini ternyata cukup panjang. Seperti Eddy Setiawan, penginden yang seorang ikut mencoba Pajero Sport di trek pantai Puri Marina, Ancol, harus menunggu sampai Februari tahun depan.

Dengan naiknya target penjualan Pajero Sport di Indonesia, maka kini posisi KTB dalam menjual SUV ini menjadi nomor dua di Asean setelah Filipina. Negara tetangga tersebut menjual Pajero Sport 800 unit per bulan.

Di Indonesia, Pajero Sport  masuk ke segmen SUV “high”. Penjualan retailnya per bulan sampai Agustus 2009, di bawah Honda CR-V, Toyota Fortuner dan Nissan XTrail.

Saingan Pajero Sport, adalah  Chevrolet Captiva, Honda, CR-V, Ford Escape dan Everest, Nissan X-Trail, Toyota Fortuner, Hyundai Santa Fe, Mazda Tribute. Pasar SUV di Indonesia cenderung naik dalam tiga bulan terakhir.

September Turun. Sementara itu, whole sale Mitsubishi selama September, menurut Rizwan mengalami penurunan dibandingkan Agustus. Untuk September Rizwan hanya memberikan angka  3.600 unit. Kalau memang segitu, berarti terjadi penurunan yang sangat besar, yaitu mencapai 47,3 persen atau hampir separo.  “Selama September hari kerja efektif hanya dua minggu,” jelas Rizwan.

Dijelaskan pula, penurunan penjualan terbesar selama September dialami oleh kendaraan komersial. Dalam hal ini, Mitsubishi menguasai pasar sampai 60 persen di Indonesia. “Kendaraan penumpang, juga turun namun tidak banyak,” lanjutnya.

Juga dijelaskan, setelah lebaran, kendaraan komersial mengalami pemulihan lebih cepat dan sangat mencolok dibandingkan mobil penumpang. Karena itulah, meski terjadi penurunan September, ia otpimis penjualan semester kedua pada 2009 lebih tinggi dibandingkan semester pertama.

Total penjualan retail SUV “high” dari Januari sampai Agustus  mencapai 16.283 unit atau 5,3 persen dari total kendaraan yang terjual di Indonesia, 305.356 unit. Penjualan tersebut tidak berbeda jauh  dengan SUV “medium” yang terdiri dari Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Suzuki Vitara, dengan total penjualan 17.301 unit. Total penjualan SUV selama 8 bulan di Indonesia mencapai 33.602 unit, termasuk vesi mewahnya, seperti VW Touareg.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau