Calon Jemaah Haji Divaksin Meningitis dan Influenza

Kompas.com - 06/10/2009, 17:19 WIB

Bantul, Kompas -  Sebanyak 822 calon jemaah haji dan 5 orang petugas pedamping dari Kabupaten Bantul mulai menjalani pemeriksaan kesehatan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selain diberi vaksin meningitis mereka juga disuntik vaksin influenza.

Pemberian vaksin influenza karena secara umum sedang terjadi pandemi flu dengan meluasnya penyakit H1N1. Alasan itulah yang mendorong pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan vaksin influenza bagi calon jemaah sebelum memasuki negara mereka, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said, Selasa (6/10).

Menurutnya, vaksin meningitis dan influenza menjadi syarat wajib bagi calon jemaah. Vaksin meningitis berfungsi untuk menangkal penyakit radang selaput otak. Berada dalam kondisi di tengah jutaan manusia dari berbagai daerah sangat rentan bagi penularan penyakit radang selaput otak. Makanya harus ada sistem imun yang kuat, katanya.

Meski vaksin meningitis sempat menjadi perdebatan karena mengandung enzim babi, namun bagi Ispan (63), calaon jemaah dari Kecamatan Banguntapan mengaku siap diberi vaksin tersebut. Menurutnya, dalam kondisi darurat sesuatu yang haram bisa menjadi halal. Sampai sekarang belum ada vaksin pengganti meningitis, sehingga pemerintah tetap menggunakan vaksin tersebut.

Ispan mengatakan sebelum diperiksa di kantor dinas kesehatan terlebih dahulu ia menjalani pemeriksaan di tingkat puskesmas. Di puskesmas saya diperiksa laborat lengkap mulai dari urine dan darah. Saya juga harus menyertakan hasil rongsen dan tes EKG, ujarnya.

Untuk mengurus pemeriksaan di tingkat puskesmas ia menghabiskan uang sekitar Rp 200.000. Untuk memperoleh vaksin meningitis dan influenza mereka diwajibkan membayar Rp 50.000. Petugas ada yang menawari vitamin seharga Rp 119.000, tetapi saya tolak karena saya sudah punya vitamin, katanya.

Menurut Nadhif, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor De partemen Agama Kabupaten Bantul, rombongan jemaah haji asal Bantul akan diberangkatkan tanggal 13-15 November mendatang. Mereka masuk dalam rombongan gelombang II.

Saat ini kantor kami banyak melayani surat permintaan surat keterangan untuk mengurus cuti terutama untuk kalangan pegawai negeri sipil dan swasta, ujarnya. (ENY)   

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau