JAKARTA, KOMPAS.com — Ajakan Ketua Umum Partai Golongan Karya Jusuf Kalla untuk beroposisi dengan pemerintah (tepatnya mengawasi pemerintah) periode 2009-2014 disikapi dingin Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Taufik Kiemas.
Taufik bahkan enggan berkomentar banyak tentang ajakan Kalla terhadap kader partai berlambang pohon beringin pada Munas PG di Pekanbaru, Riau, Senin malam kemarin.
"Saya belum dengar, nanti setelah mendengar baru jawab," kata Taufik Kiemas seusai menghadiri acara pelantikan pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/10).
Kiemas menilai, sikap PG baru akan terlihat setelah Ketua Umum PG teranyar didapuk Munas di Pekanbaru. "Lihat saja siapa yang jadi nanti," ungkapnya.
Ketika disinggung apakah PDI-P sudah menentukan pilihan, mendekat atau menjadi oposisi pemerintah, Taufik yang di Istana Negara terlibat akrab berbincang-bincang dengan SBY, menjawab sekenanya. "Belum...belum,
Sebelumnya, pada Musyawarah Nasional ke-8 Partai Golongan Karya di Pekanbaru, Riau, Senin (5/10) malam, Kalla menegaskan, bila tidak ikut dalam pemerintahan, Golkar harus mengawasi jalannya pemerintahan.
Mengawasi pemerintah merupakan sesuatu yang mulia bagi partai politik, pemerintah, terlebih-lebih bagi masyarakat dan bangsa.