Kalla: Pengawasan Bukan untuk Jatuhkan SBY-Boediono

Kompas.com - 06/10/2009, 20:32 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Pandangan Jusuf Kalla bahwa Partai Golkar mengambil posisi mengawasi jalannya pemerintahan secara kritis, obyektif, dan konstruktif bukan untuk menjatuhkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, Selasa (6/10) petang, menegaskan, pandangan itu justru untuk membangun pemerintahan yang kuat, demokratis, reformis, dan tidak seperti pemerintahan di era Orde Lama dan Orde Baru.

"Berbahaya jika itu yang terjadi (seperti di era Orde Lama dan Orde Baru). Itu akan berpotensi terjadinya kritisi (parlemen) jalanan," ujar Kalla kepada Kompas seusai menghadiri rapat paripurna mengenai pemandangan umum Dewan Pimpinan Daerah di Musyawarah Nasional Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, Selasa petang.

Soal sikap Partai Golkar sampai sebelum 20 Oktober mendatang, Kalla menegaskan bahwa partainya akan tetap sebagai pendukung pemerintah. 

Seperti diberitakan, Presiden SBY pada Selasa siang tadi secara mendadak menggelar jumpa pers untuk menanggapi pernyataan Kalla saat membuka Munas VIII Partai Golkar di Riau, Senin malam. Pada kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan bahwa sampai 20 Oktober Jusuf Kalla masih Wapres.

Sebelumnya, dalam pidato pertanggungjawabannya selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar Periode 2004-2009 di Rapat Paripurna Munas Partai Golkar, Kalla kembali menegaskan arah untuk mempersiapkan Partai Golkar menjadi partai oposisi yang kritis, obyektif, dan konstruktif.

Saat Kalla menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusannya, Rapat Paripurna Munas Partai Golkar dinyatakan tertutup bagi pers sehingga pers "mencuri-curi" dengar.

"Dengan pilihan itu (mengawasi pemerintahan), akan terjadi saling mengawasi dan menjaga keseimbangan (check and balances) antara partai di DPR dan pemerintah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau