BNP2TKI Incar Penempatan TKI ke Afrika

Kompas.com - 06/10/2009, 21:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) saat ini berupaya menjajaki peluang penempatan TKI ke beberapa negara di Afrika antara lain Sudan, Mesir, Aljazair, dan Libya. Sejumlah pejabat BNP2TKI tengah berkunjung ke negara-negara tersebut mulai 2-12 Oktober 2009 dalam rangka perluasan pasar kerja TKI sektor formal.

Demikian dikatakan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Selasa (6/10 ). Pejabat BNP2TKI yang berkunjung ke Afrika yaitu Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Ramli Saud, Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi KLN Agusdin Subiantoro, Direktur Promosi Kerjasama Luar Negeri Endang Sulistyaningsih, Direktur Kerjasama Kawasan Timur Tengah, Eropa dan Afrika Siswatiningsih, dan Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Timur Tengah, Afrika dan Eropa Syaiful Idhom.

Menurut Jumhur, selain bertemu pihak terkait penempatan TKI di sana seperti agen penyalur tenaga kerja asing, rombongan BNP2TKI juga bertemu dengan kalangan pemerintah serta perwakilan RI seperti Kedutaan Besar RI dan Konsulat jenderal RI.  

"Dengan perwakilan RI akan didiskusikan tentang skema penempatan TKI formal maupun perlindungan TKI, termasuk membahas masalah perlindungan TKI yang juga tersebar di antaranya di Aljazair dan Mesir. Sedangkan dengan agensi asing tentu membicarakan kerjasama peluang penempatan khususnya untuk TKI formal ke negara-negara Afrika yang kini dijajaki," jelas Jumhur.

Peluang kerja formal di negara-negara kawasan Afrika antara lain sektor konstruksi, pertambangan, kesehatan, jasa (perawat, tenaga administrasi rumah sakit, restoran, perhotelan), sopir, pengelasan, tenaga teknologi informasi, dan lain-lain.  

Jumlah TKI yang dibutuhkan ribuan orang dengan upah bervariasi dari ratusan hingga ribuan dollar AS, imbuh Jumhur. Hal ini pernah disampaikan Duta Besar Sudan di Jakarta, Ibrahim Bushra Mohamed Ali saat berkunjung ke BNP2TKI beberapa waktu lalu.

Menurut Dubes Sudan, negaranya sedang giat-giatnya membangun sekaligus mendorong para investor dari negara maju untuk berinvestasi di Sudan sehingga memerlukan sejumlah besar tenaga kerja asing atau pun TKI terampil.

Sementara itu, di Aljazair sudah banyak TKI yang bekerja di sektor konstruksi dan perkantoran. Untuk Mesir, umumnya TKI bekerja di bidang infrastruktur sosial dan perhotelan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau