Minimalkan Korban Gempa, Pemda Perlu Perketat IMB

Kompas.com - 07/10/2009, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah daerah harus ketat dalam mengeluarkan surat izin mendirikan bangunan (IMB). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi banyaknya korban yang tertimpa bangunan akibat gempa.

"Kita tahu banyak korban karena keruntuhan. Untuk itu, perlu ada persyaratan khusus saat mendirikan bangunan sehingga tidak banyak korban yang tertimpa bangunan," ungkap Fauzi, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, di Jakarta, Rabu (7/10).

Ia mengatakan, wilayah di Indonesia terbagi dalam enam zonasi daerah rawan gempa. Struktur tanah tiap daerah pun berbeda. Ada daerah yang mempunyai struktur tanah yang kuat sehingga dapat bertahan saat terjadi pergeseran lempeng bumi. Namun, ada pula daerah yang rentan.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa tiap struktur bangunan di setiap daerah juga harus disesuaikan dengan kerawanan daerah tersebut terhadap gempa. "Struktur bangunan di Padang tidak bisa disamakan dengan struktur bangunan di Jakarta. Tergantung seberapa rawan daerah tersebut terhadap gempa," ujarnya.

Hal tersebut, menurutnya, hanya dapat terwujud jika pemerintah daerah memperketat IMB. "Jadi, bangunan yang didirikan benar-benar tahan gempa," kata dia.

Fauzi menerangkan, bangunan yang dapat dikatakan tahan gempa adalah bangunan yang bersifat suspensi. Ketika lempeng bumi bergeser, bangunan tersebut tidak langsung roboh, tetapi mengikuti pergeseran tersebut.

"Jadi, seperti mobil. Ketika terjadi goncangan, ada sistem yang membuatnya mengikuti goncangan tersebut," kata dia.

Ia menyarankan agar pemerintah dan masyarakat mencontoh bangunan tahan gempa yang dimiliki Jepang. Bangunan-bangunan di Jepang sudah dirancang sedemikian rupa untuk dapat mengikuti pergeseran lempeng bumi.

"Bangunan di Jepang bisa dibilang elastis karena dapat mengikuti pergeseran lempeng. Dengan begitu, orang-orang yang ada di dalamnya tidak akan tertimbun bila gempa terjadi," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau