JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah yang menguat terhadap mata uang asing terutama dollar AS hingga level Rp 9.000 diperkirakan akan bertahan hingga tahun 2010. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri di Jakarta, Rabu (7/10). "Penguatan rupiah saya rasa tidak jelek. Ini akan bertahan sampai tahun depan," ujar Faisal.
Beberapa waktu terakhir ini, rupiah semakin menguat hingga mencapai kisaran Rp 9.400. Pada perdagangan hari ini, rupiah ditutup menguat tipis di level Rp 9.420 per dollar AS, dibandingkan penutupan kemarin yang mencapai level Rp 9.440 per dollar AS.
Menurut Faisal, penguatan rupiah ini merupakan hal yang wajar, menyusul adanya perbaikan ekonomi global. Sebelum krisis, rupiah juga bertahan di level Rp 9.000 hingga Rp 9.500. "Sebelum krisis, rupiah anteng di Rp 9.000-Rp 9.500. Kita sekarang masuk ke zona itu. Saya justru heran, pengusaha bilang terlalu kuat. Jangan lagi dibilang penguatan rupiah jelek," tandasnya.
Komisaris BII, Umar Djuoro, memprediksi bahwa hingga akhir tahun ini rupiah bisa di level antara Rp 9.500 dan Rp 9.800. Sentimen positif bursa saham yang diespektasikan naik akan mengangkat mata uang lokal tersebut. "Rupiah akan tetap menguat. Tetapi memang kalau rupiah itu tidak bisa diprediksi. Namun, saya rasa akan tetap kuat hingga akhir tahun," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang