Rupiah Bakal Terus Menguat hingga Tahun Depan

Kompas.com - 07/10/2009, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah yang menguat terhadap mata uang asing terutama dollar AS hingga level Rp 9.000 diperkirakan akan bertahan hingga tahun 2010. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri di Jakarta, Rabu (7/10). "Penguatan rupiah saya rasa tidak jelek. Ini akan bertahan sampai tahun depan," ujar Faisal.

Beberapa waktu terakhir ini, rupiah semakin menguat hingga mencapai kisaran Rp 9.400. Pada perdagangan hari ini, rupiah ditutup menguat tipis di level Rp 9.420 per dollar AS, dibandingkan penutupan kemarin yang mencapai level Rp 9.440 per dollar AS.

Menurut Faisal, penguatan rupiah ini merupakan hal yang wajar, menyusul adanya perbaikan ekonomi global. Sebelum krisis, rupiah juga bertahan di level Rp 9.000 hingga Rp 9.500. "Sebelum krisis, rupiah anteng di Rp 9.000-Rp 9.500. Kita sekarang masuk ke zona itu. Saya justru heran, pengusaha bilang terlalu kuat. Jangan lagi dibilang penguatan rupiah jelek," tandasnya.

Komisaris BII, Umar Djuoro, memprediksi bahwa hingga akhir tahun ini rupiah bisa di level antara Rp 9.500 dan Rp 9.800. Sentimen positif bursa saham yang diespektasikan naik akan mengangkat mata uang lokal tersebut. "Rupiah akan tetap menguat. Tetapi memang kalau rupiah itu tidak bisa diprediksi. Namun, saya rasa akan tetap kuat hingga akhir tahun," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau