BANTUL, KOMPAS.com- Dalam setahun terakhir pertumbuhan pendidikan anak usia dini atau PAUD di Kabupaten Bantul sangat tinggi. Bila tahun 2008 jumlah PAUD baru sekitar 300, sekarang sudah bertambah menjadi dua kali lipat. Peningkatan tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat akan pendidikan semakin membaik.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul, Juhari, Rabu (7/10), mengatakan, pertumbuhan PAUD terjadi secara merata di 17 kecamatan. Mereka lahir dari swadaya masyarakat.
"Kelahiran PAUD di suatu daerah karena didorong oleh keinginan masyarakat sendiri. Artinya kesadaran masyarakat akan pendidikan sudah tinggi," katanya.
Menurut dia, PAUD tersebut berupa tempat penitipan anak dan kelompok bermain dan sifatnya non-formal. Untuk Taman Kanak-kanak (TK) termasuk dalam PAUD formal. Di Bantul jumlahnya ada 513 buah.
Meski pertumbuhannya sudah tinggi, rasionya belum mencapai titik ideal. Dalam satu dusun idealnya terdapat satu PAUD. Di Bantul ada 933 dusun, jadi masih kurang sekitar 333 PAUD lagi.
Juhari mengatakan, pendidikan PAUD sangat penting bagi perkembangan anak. Hampir 50 persen kecerdasan anak ditentukan sebelum usianya mencapai 6 tahun. Kenyataan ini seharusnya menjadi perhatian banyak pihak.
Sayangnya dukungan dana dari pemerintah masih minim. Untuk tahun 2009, alokasi dana APBD II yang tersedia hanya Rp 390 juta. "Tahun depan diharapkan ada peningkatan alokasi dana supaya lebih banyak PAUD yang tergarap maksimal," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang