PTS Perlu Sesuaikan Diri dengan Tuntutan Pasar

Kompas.com - 07/10/2009, 20:00 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Perguruan tinggi swasta perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar agar dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan dalam menarik minat calon mahasiswa. Hal ini dibutuhkan mengingat kebanyakan PTS kesulitan untuk beroperasi karena kekurangan mahasiswa.

"Pihak PTS harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa lulusannya memiliki kompetensi yang dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negeri," ujar Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jawa Tengah, Mustafid, di sela-sela rapat koordinasi antarpimpinan yayasan dan PTS Kopertis Wilayah VI Jateng, di Kota Semarang, Rabu (7/10).

Menurut Mustafid, PTS perlu menawarkan sesuatu yang berbeda untuk menarik minat calon mahasiswa, salah satunya seperti memberi pelatihan kewirausahaan. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak terkonsentrasi untuk mencari pekerjaan di kota-kota besar. "Mereka bisa diarahkan untuk mengembangkan usaha di daerah asalnya," katanya.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VI Jateng, Brodjo Sudjono mengakui, dari 244 PTS yang terdapat di Jateng, terdapat 20 persen atau sekitar 49 PTS kolaps karena kekurangan mahasiswa, 30 persen atau sekitar 73 PTS kesulitan keuangan, dan 30 persen lagi stagnan. "Hanya 20 persen saja yang bisa mengembangkan diri dan mampu bersaing dengan PTN," kata Brodjo.

Untuk itu, Brodjo meminta pemerintah dapat tegas untuk menutup PTS yang sudah tidak bisa lagi menghidupi kegiatan operasionalnya. Hal ini untuk mengembalikan kredibilitas PTS di mata publik. "Karena terdapat PTS yang kolaps ini, kepercayaan publik terhadap PTS secara umum menjadi berkurang," ucapnya.

Brodjo menambahkan, PTS juga tidak perlu lagi menambah program studi (prodi) tertentu yang tingkat persaingannya sudah terlalu padat. Apalagi, daya tampung PTS sekarang ini tidak lagi seimbang dengan peminatnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pekalongan Nurul Huda mengakui, prodi yang sedang diminati oleh masyarakat adalah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan serta fakultas kedokteran. Adapun prodi pertanian dan perikanan turun peminatnya.

Untuk menarik minat calon mahasiswa, pihaknya secara berkala mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswa-siswa SMA di dalamnya sebagai bentuk pengenalan terhadap prodi-prodi tertentu. "Setiap tahun, kami mengadakan olimpiade dan festival musik," kata Nurul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau