SEMARANG, KOMPAS.com - Perguruan tinggi swasta perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar agar dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan dalam menarik minat calon mahasiswa. Hal ini dibutuhkan mengingat kebanyakan PTS kesulitan untuk beroperasi karena kekurangan mahasiswa.
"Pihak PTS harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa lulusannya memiliki kompetensi yang dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negeri," ujar Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jawa Tengah, Mustafid, di sela-sela rapat koordinasi antarpimpinan yayasan dan PTS Kopertis Wilayah VI Jateng, di Kota Semarang, Rabu (7/10).
Menurut Mustafid, PTS perlu menawarkan sesuatu yang berbeda untuk menarik minat calon mahasiswa, salah satunya seperti memberi pelatihan kewirausahaan. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak terkonsentrasi untuk mencari pekerjaan di kota-kota besar. "Mereka bisa diarahkan untuk mengembangkan usaha di daerah asalnya," katanya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VI Jateng, Brodjo Sudjono mengakui, dari 244 PTS yang terdapat di Jateng, terdapat 20 persen atau sekitar 49 PTS kolaps karena kekurangan mahasiswa, 30 persen atau sekitar 73 PTS kesulitan keuangan, dan 30 persen lagi stagnan. "Hanya 20 persen saja yang bisa mengembangkan diri dan mampu bersaing dengan PTN," kata Brodjo.
Untuk itu, Brodjo meminta pemerintah dapat tegas untuk menutup PTS yang sudah tidak bisa lagi menghidupi kegiatan operasionalnya. Hal ini untuk mengembalikan kredibilitas PTS di mata publik. "Karena terdapat PTS yang kolaps ini, kepercayaan publik terhadap PTS secara umum menjadi berkurang," ucapnya.
Brodjo menambahkan, PTS juga tidak perlu lagi menambah program studi (prodi) tertentu yang tingkat persaingannya sudah terlalu padat. Apalagi, daya tampung PTS sekarang ini tidak lagi seimbang dengan peminatnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pekalongan Nurul Huda mengakui, prodi yang sedang diminati oleh masyarakat adalah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan serta fakultas kedokteran. Adapun prodi pertanian dan perikanan turun peminatnya.
Untuk menarik minat calon mahasiswa, pihaknya secara berkala mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswa-siswa SMA di dalamnya sebagai bentuk pengenalan terhadap prodi-prodi tertentu. "Setiap tahun, kami mengadakan olimpiade dan festival musik," kata Nurul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang