Jelang Pemilihan, Peserta Munas "Tumplek Blek"!

Kompas.com - 07/10/2009, 20:34 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar memasuki tahapan puncak. Pada Rabu (7/10) malam ini akan dilangsungkan pemilihan bakal calon ketua umum putaran pertama. Suasana di depan ballroom Hotel Labersa, lokasi munas, pun menjadi "lautan kuning". Peserta munas, yang jumlahnya ribuan, mulai memadati pintu satu dari tiga pintu masuk yang tersedia.

Para peserta munas harus menjalani scanning ID sebelum memasuki ruangan. Alhasil, antrean panjang mengular hingga memenuhi hall ballroom. Para petugas yang berjaga di depan pintu masuk melakukan pemeriksaan detail kepada para peserta yang akan memasuki ruangan untuk memastikan bahwa mereka adalah peserta munas.

Pemilihan kemungkinan baru akan dilakukan menjelang tengah malam. Para bakal calon saat ini tengah melakukan penyerahan berkas dan verifikasi, setelah sebelumnya mendaftarkan diri. Calon yang memenuhi persyaratan akan ditetapkan sebagai bakal calon dan berhak mengikuti pemilihan tahap pertama.

Dari empat calon yang menyatakan siap maju, baru terlihat Yuddy Chrisnandi dan Surya Paloh yang akan menyerahkan berkas pendaftarannya. Adapun Aburizal Bakrie dan Tommy Soeharto belum tampak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau