Mampukah DPR Baru Perbaiki "Warisan" Buruk?

Kompas.com - 07/10/2009, 20:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jajak pendapat harian Kompas beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa publik memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap para anggota DPR RI periode 2009-2014. Beban yang cukup berat.

Tidak tercapainya target penyelesaian puluhan undang-undang, terlibatnya belasan anggota Dewan dalam perkara korupsi, dan bolosnya ratusan para wakil rakyat tersebut pada rapat-rapat paripurna di penghujung masa bakti mereka merupakan sebagian "warisan" buruk yang perlu diperbaiki anggota Dewan 2009-2014. Mampukah mereka membersihkan wajah DPR yang sudah terlanjur buruk itu?

Rasanya terlalu dini untuk menilainya saat ini. Terlebih, para anggota Dewan ini, yang 30 persen di antaranya wajah lama, belum secara efektif bertugas. Namun setidaknya, masyarakat boleh sedikit bernapas lega. Para pimpinan DPR setidaknya telah menyatakan komitmennya untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

Ketua DPR RI Marzuki Alie, misalnya, berjanji akan menjadikan DPR sebagai lembaga yang benar-benar diharapkan publik. "Kami akan membuat program-program yang konkret. Kami berkomitmen menjalankan amanah ini sebaik-baiknya," ujar Marzuki pada Rabu (7/10) di DPR RI, Jakarta.

Semangat yang sama disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. "Kami akan mengubah tradisi-tradisi DPR yang seremonial. Dalam rapat-rapat paripurna, jika banyak kursi kosong, kita akan dorong untuk dimaksimalkan di Bamus," ungkap Pramono.

Hal yang lebih konkret disampaikan Wakil Ketua DPR Anis Matta. "Kami akan membangun infrastruktur legislasi yang baik dengan mendirikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran," ujarnya.

Selain itu, Anis Matta menambahkan, DPR harus menjadi akal kolektif bangsa Indonesia. DPR periode 2009-2014 juga berjanji tidak akan melahirkan undang-undang yang saling tumpang tindih. Walaupun baru sekadar lip service, setidaknya masyarakat memiliki janji yang dapat ditagih pada kemudian hari. Selamat berkarya, anggota Dewan....

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau