JAKARTA, KOMPAS.com — Proses pembuatan undang-undang di DPR RI boleh jadi membuat kening anggota DPR berkerut. Terlebih, tidak semua anggota DPR memiliki pengalaman menyusun undang-undang. Selain praktisi hukum, banyak juga anggota DPR yang berlatar belakang artis, pengusaha, anak pejabat, birokrat sipil dan militer, serta lainnya. Padahal, salah satu tugas DPR adalah membuat undang-undang.
Tidak tanggung-tanggung, menurut Wakil Ketua DPR Anis Matta, ada anggota Dewan yang terlibat dalam empat proses pembuatan undang-undang. Dengan demikian, sarana pembelajaran menjadi faktor terpenting. Selama ini, kata Anis, banyak anggota DPR yang melakukan studi banding ke luar negeri untuk mempelajari best practises suatu produk hukum dan lainnya dari negara lain yang dinilai sukses.
Padahal, lanjut Anis, ada cara lain yang tidak kalah bermanfaatnya sebagai media pembelajaran, yaitu buku-buku berkualitas. "Maka itu, kami akan menyediakan perpustakaan yang lebih luas dan koleksi buku yang lebih banyak. Mungkin bisa bekerja sama dengan civitas akademika," ujarnya kepada para wartawan pada Rabu (7/10) di DPR RI, Jakarta.
Anis menambahkan, "Di AS ada Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Moga-moga kita bisa mendirikan perpustakaan sebesar itu."
Ya, yang dimaksud Anis adalah Library of Congress atau Perpustakaan Kongres, yang didirikan pada tahun 1800. Perpustakaan ini memiliki buku, jurnal, dan lainnya yang jumlahnya mencapai 141.847.810 koleksi. Perpustakaan Kongres—yang berfungsi sebagai tempat riset, didirikan dengan menghabiskan dana 613.496.414 dollar AS—ditetapkan sebagai perpustakaan terbesar di dunia.
Perpustakaan ini melayani kebutuhan informasi bagi 535 anggota Kongres. Di samping itu, perpustakaan yang terletak di negara bagian Washington DC ini terbuka bagi staf Kongres dan publik, tetapi dengan akses yang lebih terbatas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang