Inggris Perlu Beckham di Piala Dunia 2018

Kompas.com - 08/10/2009, 01:32 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Karier David Beckham sebagai pemain tim nasional Inggris mungkin bakal berakhir usai Piala Dunia 2010. Namun, kehadiran sosok gelandang flamboyan itu masih diperlukan untuk membantu negaranya mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF), Jack Warner. Warner yang juga anggota eksekutif FIFA menegaskan, Inggris perlu melakukan gerak cepat untuk membuat langkah kreatif demi dapat memenangi pencalonan tersebut. Sayangnya, menurut Warner, Inggris seperti enggan mengeksploitasi produk terbaik yang dimiliki negara tersebut.

"Inggris punya infrastruktur terbaik, liga terbaik, sejarah dunia terbaik dan ketika saya melihat semua hal itu, saya bertanya mengapa mereka tak melakukan hal lebih baik," kata Warner dalam konferensi pimpinan sepak bola di markas Chelsea di Stamford Bridge, Rabu (7/9).

Warner menambahkan, banyak orang yang sedang dan pernah berkecimpung di sepak bola Inggris yang dapat dijadikan daya tarik negara tersebut dibanding calon lainnya. Beckham dan Michael Owen, misalnya, dikenal luas oleh publik sepak bola dunia. Dua pemain tersebut dapat diberdayakan sebagai magnet dalam pencalonan Inggris.

"Saya rasa mereka (komite pencalonan Inggris) kurang menggali atribut mereka, mereka tidak menguasai itu dibanding lawan-lawannya. Rekan-rekan saya bilang, orang-orang yang datang ke sana hanyalah penggemar kacangan," ujar Warner.

"Mereka perlu kreatif dan inovatif. Saya akan tempatkan David Beckham sebagai contoh dan membuatnya sebagai duta saya. Dia bintang paling bersinar. Beberapa orang yang memilih tidak kenal orang-orang dalam komite pencalonan Inggris, tapi mereka mengenal Bekcham, mereka tahu Michael Owen," tambahnya.

Pada Olimpiade Beijing 2008, Beckham tampil mewakili Inggris untuk mempromosikan Olimpiade London 2012. Meski tampil beberapa menit, mantan pemain Manchester United dan Real Madrid yang kini berusia 34 tahun tersebut mendapat sambutan meriah dalam penutupan Olimpiade di China itu.

Inggris akan bersaing dengan sembilan negara lain yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah setelah Piala Dunia di Afrika Selatan (2010) dan Brasil (2014). Indonesia termasuk salah satu negara yang mencalonkan diri. Spanyol dan Rusia menjadi pesaing kuat dalam pencalonan tersebut. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau