LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Chelsea, Didier Drogba, mengungkapkan, dirinya bisa menjadi salah satu "pembunuh" paling ditakuti karena jasa -jasa pelatih Inter Milan, Jose Mourinho. Menurutnya, Mourinho punya kemampuan hebat mengenali dan menggali kemampuan pemain.
Ketika diangkat melatih Chelsea pada 2004 silam Mourinho membeli Drogba dari Olympique Marseille dengan harga 24 juta poundsterling. Meski sempat kesulitan beradaptasi, Drogba perlahan mampu membuktikan ketajamannya. Setelah hanya mencetak 10 dan 12 gol pada dua musim pertamanya di Premier League, Drogba membukukan 20 gol pada musim ketiganya.
Ketika Mourinho hengkang pada 2007, ketajaman Drogba pun merosot. Selain karena cedera, ia juga mengalami kesulitan berkembang di bawah asuhan Avram Grant dan Luiz Felipe Scolari. Performanya membaik ketika Chelsea ditangani Guus Hiddink pada pertengahan musim lalu dan terus meningkat hingga saat ini Chelsea ditangani Carlo Ancelotti.
Sempat disebut egois, Drogba semakin tumbuh menjadi pemain yang dewasa. Perlahan, ia mampu menempatkan tim di atas kepentingan pribadi. Duel Chelsea versus Liverpool dalam lanjutan Premier League akhir pekan lalu menjadi salah satu contoh kematangan Drogba. Saat itu, Chelsea bisa menang 2-0 melalui Nicolas Anelka dan Florence Malouda berkat sepasang assist Drogba. Musim ini, ia telah mencetak enam gol dan lima assist dari delapan laga di Premier League.
Drogba menyadari, dirinya semakin matang dan tajam. Namun, menurutnya, semua itu tak mungkin terjadi, seandainya ia tidak pernah berlatih di bawah bimbingan Jose Mourinho.
"Mourinho adalah seseorang yang sangat kuat secara taktik, terutama dari sisi psikologis. Ia tahu bagaimana caranya masuk (dan diterima) pemain. Aku ingat, kadang-kadang, aku bicara kepadanya dan mengatakan, 'Kenapa Anda memberiku dua hari istirahat sekalipun kita memiliki pertandingan dalam waktu dekat?' Ia hanya mengatakan, istirahatku adalah hal yang paling bersifat psikologis," papar Drogba.
"Itu berarti, Anda bisa berhenti (bermain) untuk beberapa hari, beristirahat, berada dalam kondisi psikologis baik, dan Anda kembali bermain dengan segar. Mental adalah 90 persen unsur sepak bola. Pemain tentunya bersama dia (Mourinho). Ia memberi Anda segalanya," tandasnya. (SKY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang