LONDON, KOMPAS.com - Wasit-wasit mulai gerah dengan sikap tidak hormat dari pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. Selama ini hukuman untuk Ferguson kurang keras sehingga perlu sanksi tegas agar Ferguson mau berubah.
Saat ini otoritas sepak bola Inggris atau FA sedang meminta penjelasan Ferguson soal komentarnya usai hasil seri 2-2 antara MU dan Sunderland, Sabtu (3/10). Jika komentar itu membuktikan bahwa Ferguson tidak menghormati wasit, pelatih 69 tahun itu akan mendapat sanksi berupa denda maupun larangan mendampingi tim.
Hukuman seperti itu sudah sering dijalani Ferguson. Setiap kali memprotes keputusan wasit, apalagi dengan menggunakan gerakan kurang terhormat, pelatih asal Skorlandia itu mendapat denda sebesar 5.000 poundsterling atau Rp 75 juta plus dua kali skors. Meski demikian, sanksi itu tak membuat Ferguson jera hingga ia kerap mendapatkan hukuman serupa.
Ian Leighton selaku Sekretaris Nasional Gabungan Wasit Profesional Prospect mengatakan bahwa hukuman seperti itu seharusnya dipertegas agar menimbulkan efek jera. Hukuman ringan membuat pelatih kurang menghargai aturan.
"Saya tidak tahu berapa penghasilan Sir Alex tapi denda ringan atau skors seperti tidak berpengaruh untuknya. Sehingga, diperlukan upaya yang benar-benar pantas dan hukuman keras," kata Leighton kepada Radio BBC.
"Ada beberapa jenis hukuman yang akan menghentikan orang melakukan ini atau hal lain yang tak ingin kita lihat berulang-ulang. Kita harus bicara soal hukuman yang akan benar-benar mengubah sikap," tambahnya.
Hukuman keras pernah diberikan kepada Jose Mourinho saat masih menangani Chelsea pada 2005. Pelatih asal Portugal itu diganjar larangan menemani timnya pada dua leg pertandingan perempat final lawan Liga Champions lawan Bayern Muenchen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang