Ferguson Pantas Dihukum Lebih Keras

Kompas.com - 08/10/2009, 03:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Wasit-wasit mulai gerah dengan sikap tidak hormat dari pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. Selama ini hukuman untuk Ferguson kurang keras sehingga perlu sanksi tegas agar Ferguson mau berubah.

Saat ini otoritas sepak bola Inggris atau FA sedang meminta penjelasan Ferguson soal komentarnya usai hasil seri 2-2 antara MU dan Sunderland, Sabtu (3/10). Jika komentar itu membuktikan bahwa Ferguson tidak menghormati wasit, pelatih 69 tahun itu akan mendapat sanksi berupa denda maupun larangan mendampingi tim.

Hukuman seperti itu sudah sering dijalani Ferguson. Setiap kali memprotes keputusan wasit, apalagi dengan menggunakan gerakan kurang terhormat, pelatih asal Skorlandia itu mendapat denda sebesar 5.000 poundsterling atau Rp 75 juta plus dua kali skors. Meski demikian, sanksi itu tak membuat Ferguson jera hingga ia kerap mendapatkan hukuman serupa.

Ian Leighton selaku Sekretaris Nasional Gabungan Wasit Profesional Prospect mengatakan bahwa hukuman seperti itu seharusnya dipertegas agar menimbulkan efek jera. Hukuman ringan membuat pelatih kurang menghargai aturan.

"Saya tidak tahu berapa penghasilan Sir Alex tapi denda ringan atau skors seperti tidak berpengaruh untuknya. Sehingga, diperlukan upaya yang benar-benar pantas dan hukuman keras," kata Leighton kepada Radio BBC.

"Ada beberapa jenis hukuman yang akan menghentikan orang melakukan ini atau hal lain yang tak ingin kita lihat berulang-ulang. Kita harus bicara soal hukuman yang akan benar-benar mengubah sikap," tambahnya.

Hukuman keras pernah diberikan kepada Jose Mourinho saat masih menangani Chelsea pada 2005. Pelatih asal Portugal itu diganjar larangan menemani timnya pada dua leg pertandingan perempat final lawan Liga Champions lawan Bayern Muenchen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau