PNS Dephub Tewas Saat Terobos Pintu KA

Kompas.com - 08/10/2009, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM - Abdul Karim (50) dan cucunya, Rizky Pratama (3), tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) saat menerobos pintu perlintasan KA di Stasiun Pondokjati, Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (7/10) sekitar pukul 06.30.

Abdul Karim tewas seketika dengan kondisi kepala pecah, sedangkan Rizky tewas dalam perjalanan ke puskesmas. Abdul Karim adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Pusat Kajian Kemitraan Departemen Perhubungan.

Dari keterangan yang dihimpun, kakek dan cucunya itu dalam perjalanan ke rumahnya di Jalan Bendungan RT 04/1, Kelurahan Rawabunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Mereka baru saja mengantar Fajriatin (15), anak Abdul Karim ke sekolahnya di SMK 14 Jakarta Pusat.

Slamet (44), saksi mata, mengatakan kakek dan cucu itu naik sepeda motor Supra X bernomor polisi B 6404 PDG, dan berniat melewati pintu lintasan KA. "Palang pintu lintasan KA sebenarnya sudah ditutup clan ada bunyi alarm pertanda kereta akan melintas," katanya saat ditemui Warta Kota di tempat kejadian. Ada dua KRL dari arah berlawanan yang akan melintas.

Namun, Abdul Karim menerobos palang pintu setelah melihat KRL dari arah Stasiun Senen ke Jatinegara masih agak jauh. "Tapi sepertinya ia enggak melihat KRL dari arah Stasiun Jatinegara menuju Senen sudah sangat dekat," kata Slamet.

Dalam hitungan detik, motor yang ditumpangi Abdul Karim clan Rizky ditabrak KRL tersebut dan terlempar sejauh beberapa meter dan membentur tiang listrik. Menurut Asiyah dan Hardiyanto, orangtua Rizky, putranya itu Bering ikut kakeknya bila sedang mengantar Fajriatin sekolah. "Dia memang selalu mau ikut kakeknya jalan-jalan dengan naik motor. Begitupun saat suami saya mau mengantar anak saya sekolah," ucapnya.

Kepala Polsektro Matraman Kompol Kasworo mengatakan, kejadian ini adalah kecelakaan , murni. la mengingatkan kepada para pengendara agar mematuhi setiap rambu lalu lintas yang ada, termasuk saat akan melewati perlintasan kereta api. "Jangan sekali-kali mencoba menerobos palang pintu perlintasan sebab akibatnya bisa sangat fatal," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau