Di Bawah Ical, Demokrat Berharap "Kemesraan" dengan Golkar Berlanjut

Kompas.com - 08/10/2009, 11:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Bidang Sumber Daya Manusia Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyatakan, Partai Demokrat berharap Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie tetap bisa bekerja sama dalam pemerintahan lima tahun mendatang.
    
"Partai Demokrat tentu menghargai apa yang menjadi pilihan Golkar dan kita tidak ikut campur. Partai Golkar masih menjadi bagian dari pemerintahan hingga 20 Oktober mendatang dan lima tahun ke depan Presidennya masih sama, tentu kita siap bekerja sama," kata Andi di Jakarta, Kamis (8/10).
    
Sementara itu, ketika ditanya tanggapan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengenai terpilihnya Ical—demikian Aburizal Bakrie biasa disapa—sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2015, Andi mengatakan, Yudhoyono pernah menyatakan menghormati pilihan kader Partai Golkar siapa pun figurnya.
    
"Aburizal Bakrie selama ini bersama dengan Pak SBY di kabinet jadi sudah biasa bekerja sama. Karena itu kita berharap kebersamaan bisa berlanjut," tegasnya.
    
Sebelumnya, Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Aburizal Bakrie akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar periode 2009-2015. Dalam pidato kemenangannya, Ical berjanji antara lain akan menyediakan waktu sepenuhnya untuk partai yang akan dipimpinnya selama lima tahun mendatang itu.

Saat Ical diumumkan sebagai pemenang, para pendukung Aburizal Bakrie terlihat saling bersorak dan mengarak Ical naik ke panggung. Suasana meriah langsung bergema. Aburizal Bakrie bersama Akbar Tandjung dan Agung Laksono berpelukan di atas panggung.
    
Sementara kandidat lain, Surya Paloh beserta para tim suksesnya menyaksikan dari bawah panggung. Untuk beberapa saat ruang sidang sedikit kacau akibat euforia para pendukung Ical. Aburizal Bakrie menyempatkan diri turun panggung dan menghampiri Surya Paloh. "Selamat, selamat," kata Surya Paloh sambil bersalaman dan berpelukan dengan Aburizal.
    
Seusai berpelukan, Surya Paloh yang didampingi Ketua DPD I Sulsel Ilham Arief Sirajuddin meninggalkan ruang sidang.
    
Aburizal Bakrie memperoleh 296 suara dan Surya Paloh 240 suara. Sedangkan Tommy Soeharto dan Yuddy Chrisnandi tidak mendapatkan suara sama sekali dalam pemilihan di Pekanbaru itu. Seusai pengesahan, Ketum terpilih Aburizal Bakrie menyampaikan pidato kemenangan.
    
Aburizal Bakrie akan menggantikan Mohammad Jusuf Kalla yang menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar masa bakti 2004-2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau