Drogba: Premier League Enggak Penting

Kompas.com - 09/10/2009, 02:22 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Chelsea, Didier Drogba mengatakan, ia ingin meraih semua gelar musim ini. Namun, bila disuruh memilih, ia akan menjadikan trofi Liga Champions sebagai target utama, ketimbang Premier League.

Drogba dan pemain Chelsea lainnya tidak terlalu bernafsu menjuarai Premier League. Pasalnya, mereka sudah pernah mencicipi trofi itu dua musim berturut-turut, yaitu pada musim 2004-2005 dan 2005-2006.

Setelah sukses membuktikan eksistensi diri di pentas lokal, tidak berlebihan bahwa kemudian Chelsea memasang target menaklukkan Eropa. Namun, peruntungan mereka di Liga Champions memang kurang bagus. Berhasil lolos sampai babak semifinal dalam lima dari enam musim terakhir, Chelsea selalu gagal mengakhiri kompetisi sebagai juara.

Meski begitu, Drogba tidak pernah putus asa. Ia yakin, kehadiran pelatih Carlo Ancelotti mementahkan kutukan Chelsea di Eropa dan akan berhasil mengangkat trofi Liga Champions musim ini.

"Merebut gelar Premier League dari Manchester United tentu saja sangat penting. Namun, aku tidak pikir, bukan rahasia bahwa Liga Champions telah menjadi obsesi bagi sejumlah pemain Chelsea. Sebelumnya kami pernah berada sangat dekat (dari trofi Liga Champions) dan ketika Anda gagal, itu menyakitkan. Sangat menyakitkan," ujarnya.

Pengalaman paling menyakitkan Chelsea adalah mereka disingkirkan Barcelona di semi final musim lalu. Saat itu, Chelsea tersingkir menyakitkan setelah bermain imbang 1-1 di leg kedua (agregat 1-1) di Stamford Bridge. Chelsea tersingkir karena kalah agresivitas di kandang lawan.

Chelsea menilai, saat itu, wasit Tom Henning Ovrebo tidak memimpin laga leg kedua dengan adil sehingga merugikan Chelsea. Drogba termasuk salah satu yang melakukan protes keras kepada wasit. Ia pun akhirnya mendapat sanski skrosing tiga laga Liga Champions.

"Itu sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan (protes kepada Ovrebo) karena pendukung menyaksikanku. Aku sangat marah. Ketika sesuatu berarti besar bagi Anda, sangat sulit mengendalikan emosi. Namun, itu (marah) bukanlah penyaluran yang benar," akunya.

Prestasi terbaik Chelsea adalah ketika mereka berhasil tampil di final Liga Champions 2007-2008 melawan Manchester United. Namun, mereka terpaksa puas menjadi runner-up setelah dipaksa menyerah lewat adu penalti. (DM)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau