Gara-gara Kacamata, Benitez Terancam Sanksi

Kompas.com - 09/10/2009, 04:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menggugat Pelatih Rafael Benitez untuk perilaku tidak pantas kepada wasit Phil Dowd berkaitan dengan tindakannya mencopot kacamata ketika menjawab pertanyaan wartawan soal kinerja Dowd. FA mengasumsikan itu sebagai ungkapan Benitez untuk mengatakan Dowd tidak bisa melihat dengan jelas.

Kisah bermula ketika Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur di awal kompetisi Premier League musim ini. Pertandingan itu dipimpin oleh wasit Dowd dan berakhir 2-1 untuk keunggulan "Spurs".

Seusai pertandingan, Benitez mengatakan, Liverpool seharusnya bisa menghindari kekalahan karena Liverpool seharusnya mendapat dua kali penalti, menyusul pelanggaran kepada Andriy Voronin dan handsball, yang keduanya dilakukan oleh Benoit Assou-Ekototo.

"Saya pikir, setiap orang bisa melihat bahwa itu adalah penalti, terutama kepada Voronin. Itu jelas. (Untuk handsball) Anda bisa katakan bahwa bola bergerak ke tangan atau tangan bergerak ke bola. Namun, yang lain (pelanggaran terhadap Voronin), jelas (penalti). Apakah Anda bisa mendapat dua penalti di laga tandang? Tidak. Dengan wasit ini (Dowd), saya tahu itu mustahil," ujar Benitez saat itu.

Masih dalam ruang konferensi pers, Benitez kemudian mencopot kacamatanya, menurunkannya, mengamatinya sambil sesekali membolak-baliknya, dan tersenyum. FA pun menjatuhkan tuduhan perilaku tidak pantas karena menganggap Benitez menghina wasit.

Namun, sejauh ini, FA belum bisa mengambil keputusan. Menurut sumber ESPN, FA sedang menelaah kembali kasus ini setelah mendapat masukan dari pengacara Benitez, Graham Green, bahwa tindakan Benitez itu bukanlah penghinaan, melainkan humor.

"Aturan FA yang baru telah distrukturisasi bahwa (tindakan) tak sopan mengenai sesuatu apakah ini benar atau tidak, tak bisa bersifat personal atau bertentangan dengan (kebiasaan) alami," ungkap Green.

"Rafa ditanya mengenai wasit, mencopot kacamatanya, mengamatinya, dan tersenyum. Itu adalah rasa humor dan tidak dimaksudkan untuk bersikap ofensif atau personal. Bila Anda tidak bisa memasukkan humor dalam konferensi pers, kita semua mungkin akan membereskan barang dan pulang. Ini konyol," ungkapnya.(ESPN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau