LONDON, KOMPAS.com — Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menggugat Pelatih Rafael Benitez untuk perilaku tidak pantas kepada wasit Phil Dowd berkaitan dengan tindakannya mencopot kacamata ketika menjawab pertanyaan wartawan soal kinerja Dowd. FA mengasumsikan itu sebagai ungkapan Benitez untuk mengatakan Dowd tidak bisa melihat dengan jelas.
Kisah bermula ketika Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur di awal kompetisi Premier League musim ini. Pertandingan itu dipimpin oleh wasit Dowd dan berakhir 2-1 untuk keunggulan "Spurs".
Seusai pertandingan, Benitez mengatakan, Liverpool seharusnya bisa menghindari kekalahan karena Liverpool seharusnya mendapat dua kali penalti, menyusul pelanggaran kepada Andriy Voronin dan handsball, yang keduanya dilakukan oleh Benoit Assou-Ekototo.
"Saya pikir, setiap orang bisa melihat bahwa itu adalah penalti, terutama kepada Voronin. Itu jelas. (Untuk handsball) Anda bisa katakan bahwa bola bergerak ke tangan atau tangan bergerak ke bola. Namun, yang lain (pelanggaran terhadap Voronin), jelas (penalti). Apakah Anda bisa mendapat dua penalti di laga tandang? Tidak. Dengan wasit ini (Dowd), saya tahu itu mustahil," ujar Benitez saat itu.
Masih dalam ruang konferensi pers, Benitez kemudian mencopot kacamatanya, menurunkannya, mengamatinya sambil sesekali membolak-baliknya, dan tersenyum. FA pun menjatuhkan tuduhan perilaku tidak pantas karena menganggap Benitez menghina wasit.
Namun, sejauh ini, FA belum bisa mengambil keputusan. Menurut sumber ESPN, FA sedang menelaah kembali kasus ini setelah mendapat masukan dari pengacara Benitez, Graham Green, bahwa tindakan Benitez itu bukanlah penghinaan, melainkan humor.
"Aturan FA yang baru telah distrukturisasi bahwa (tindakan) tak sopan mengenai sesuatu apakah ini benar atau tidak, tak bisa bersifat personal atau bertentangan dengan (kebiasaan) alami," ungkap Green.
"Rafa ditanya mengenai wasit, mencopot kacamatanya, mengamatinya, dan tersenyum. Itu adalah rasa humor dan tidak dimaksudkan untuk bersikap ofensif atau personal. Bila Anda tidak bisa memasukkan humor dalam konferensi pers, kita semua mungkin akan membereskan barang dan pulang. Ini konyol," ungkapnya.(ESPN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang