MAGELANG, KOMPAS.com — Sebanyak Rp 500 dari harga tiket masuk pengunjung Candi Borobudur akan disisihkan untuk membantu korban gempa Sumatera Barat. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada kunjungan yang masuk selama 9-25 Oktober 2009.
Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Pujo Suwarno mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan program Taman Wisata Peduli Gempa Sumbar. "Dengan sumbangan ini, kami berharap dapat membantu meringankan penderitaan para korban gempa," ujarnya, Rabu (7/10).
Tidak hanya di Candi Borobudur, kebijakan serupa juga diberlakukan di Candi Prambanan, dan Ratu Boko. Harga tiket masuk Candi Borobudur adalah Rp 12.500 per orang pada hari biasa, dan Rp 15.000 pada akhir pekan. Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 3.000 hingga 5.000 orang per hari, dan pada hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai hingga 10.000 per hari.
Pemberian sumbangan juga dilakukan oleh Kantor Pos Magelang. Untuk menggalang dana sebanyak-banyaknya, mulai bulan ini, gaji setiap karyawan di Kantor Pos Magelang akan dipotong minimal Rp 10.000 per orang sebagai bentuk iuran wajib untuk menyumbang korban gempa Sumatera Barat.
"Namun, di luar iuran wajib itu, setiap karyawan Kantor Pos Magelang juga dipersilakan memberikan sumbangan sukarela dalam bentuk barang atau uang," ujar Satuan Tugas Gempa Sumatera Barat Kantor Pos Magelang Agus Sulistyono.
Untuk masyarakat umum, Agus mengatakan, dipersilakan untuk menyumbang uang untuk para korban gempa melalui fasilitas giro online atau wesel ke Pos Indonesia Peduli Gempa. Pengiriman uang ini tidak akan ditarik biaya.
Tidak hanya itu, Kantor Pos Magelang juga menggratiskan biaya pengiriman paket bantuan berupa barang atau uang yang dialamatkan ke posko bantuan gempa di Sumatera Barat. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat dapat semakin termotivasi untuk menyumbang bantuan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang