Bentuk Bagus Bukan Jaminan, yang Penting Tahan Gempa

Kompas.com - 09/10/2009, 14:14 WIB

SERANG, KOMPAS.com Menteri Negara Perumahan Rakyat Mohammad Yusuf Asy'ari kembali meminta pengembang dan masyarakat secara umum agar memerhatikan kualitas bangunan, termasuk tulangan rumah, alih-alih dari bentuk yang bagus. Ini diperlukan agar rumah tersebut tahan gempa.

"Tolong kualitas diperhatikan sesuai ketentuan yang diatur Menteri PU (Pekerjaan Umum)," kata Yusuf Asy'ari ditemui di sela pencanangan program peningkatan kualitas kampung di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (9/10).

Kemarin, lanjut Yusuf, dirinya melakukan topping off rumah susun 20 lantai di Pulo Gebang. "Kalau ditepati aturan dari Menteri PU, sampai gempa 8 skala Richter masih tahan," katanya.

Sementara itu dalam sambutannya di hadapan ratusan warga, jajaran Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, dan pimpinan PT Tirta Investama saat pencanangan program peningkatan kualitas kampung, Yusuf meminta agar warga jangan terbuai bentuk rumah yang bagus, tetapi yang perlu diperhatikan adalah tulangan agar rumah tersebut tahan gempa.

Selisih biaya 10 hingga 15 persen lebih mahal saat membangun rumah tahan gempa dibanding rumah tidak tahan gempa dinilainya masih dalam batas realistis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau