Sony Tidak Pernah Serahkan Identitas

Kompas.com - 09/10/2009, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski telah menyewa kamar kos lebih dari satu bulan, Sony yang kamarnya hari ini menjadi target penggerebekan tim Densus 88 tidak pernah memberikan identitas. "Waktu awal menyewa saya sudah minta, tapi belum juga dikasih," ujar Suwarni, penjaga rumah kos di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat, Jumat (9/10).

Siang tadi kamar yang disewa atas nama Sony tersebut menjadi target penggerebekan tim Densus 88. Kamar tersebut diduga menjadi persembunyian buronan teroris Bom Kuningan, M Syahrir dan Syaifudin Zuhri.

Suwarni menuturkan, dirinya sempat beberapa kali meminta Sony untuk menyerahkan salinan identitas, tetapi permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh Sony. "Namanya anak muda, mungkin lupa," ucap wanita setengah baya ini.

Suwarni mengatakan, Sony jarang bergaul dengan dirinya ataupun penghuni kos lainnya. Sony selalu meninggalkan kamar kosnya pada pagi hari dan kembali saat malam. Kepada Suwarni, Sony mengaku sebagai mahasiswa jurusan sains dan teknologi semester akhir. Sony juga mengaku bekerja di daerah Sudirman, tetapi dia tidak menjelaskan secara detail pekerjaannya tersebut.

Mengenai dua orang yang juga menempati kamar Sony, Suwarni mengaku tidak mengetahui identitas kedua pria tersebut. Keduanya baru beberapa hari menempati kamar tersebut. Sony tidak pernah memperkenalkan kedua rekannya kepada Suwarni.

Hal senada juga disampaikan Irawan, Ketua RT 2 RW 3. Menurutnya, baik Sony maupun pemilik rumah kos tidak pernah memberikan identitas mereka. "Saya belum dapat identitas, biasanya pemilik kos yang melaporkan," kata dia.

Irawan mengatakan, dia juga belum pernah bertemu dengan Sony. Ia hanya mendengar bahwa semua mahasiswa yang menyewa kamar pada rumah kos tersebut berkuliah di Universitas Islam Negeri Jakarta. "Selama ini baik-baik saja, layaknya mahasiswa. Kalau kumpul-kumpul itu hal biasa," kata dia.

Irawan juga tidak mengetahui dua orang yang juga menempati kamar seharga Rp 480.000 per bulan itu. Setelah kejadian, dirinya baru mendapat kabar dari sang pemilik rumah kos. Menurut pemilik rumah kos, dia belum menyewa secara resmi kamar di rumah kos tersebut. "Baru kasih DP Rp 100.000. Tapi belum menyewa secara resmi, baru dua hari menginap," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau