Indonesia-Vietnam Siap Saling Serang Lewat Air Asia

Kompas.com - 09/10/2009, 17:50 WIB

HO CHI MINH, KOMPAS.com — Siap-siap, wisatawan Indonesia dan Vietnam akan "saling serang". Arus wisatawan Vietnam ke Indonesia dan sebaliknya diperkirakan bakal meningkat pesat setelah maskapai penerbangan Air Asia membuka jalur penerbangan Jakarta-Ho Chi Minh sebanyak empat kali dalam seminggu dengan harga amat murah.

Peluncuran penerbangan Jakarta itu dilakukan di Cafe Aodai, Ho Chi Minh, Jumat (9/10). Hadir dalam acara itu, CEO Air Asia Indonesia Darmadi, Dirjen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar, dan Wakil Dirjen Kebudayaan, Olahraga & Turisme Vietnam La Quoc Khanh.

Darmadi menjelaskan, sebanyak empat penerbangan itu dilakukan pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Harganya dimulai dari Rp 199.000 atau dari Vietnam 696 dong. Ini harga termurah untuk 18 September 2009 sampai 31 Juli 2010, meski jumlahnya terbatas. Meski nantinya terjadi kenaikan, harga tetap terjangkau masyarakat luas.

"Kami harap pembukaan penerbangan ini akan meningkatkan wisata dari kedua negara sehingga nanti akan lebih banyak orang Indonesia ke Vietnam atau sebaliknya, dan kami berkomitmen untuk memberi pelayanan terbaik," kata Darmadi.

Dia menambahkan, pesawat yang digunakan Air Asia adalah Airbus 320 yang nyaman. "Kami mengutamakan keamanan dan pelayanan," janjinya.

Sementara itu, Sapta Nirwandar mengatakan, Indonesia menargetkan 6,5 juta wisatawan akan berkunjung pada 2009 dalam rangka Visit Indonesia Year. Saat ini, wisatawan yang ke Indonesia baru 4 juta lebih orang. Diharapkan, dengan pembukaan penerbangan Air Asia itu, wisatawan akan naik.

"Kami optimistis mampu memenuhi target itu, meski terganggu kasus bom. Faktanya, saat bom terjadi, wisatawan ke Indonesia meningkat," ungkap Sapta Nirwandar.

Dia menambahkan, tahun lalu, pengunjung asal Vietnam yang ke Indonesia hanya 33.000 orang. Diharapkan, dengan dibukanya penerbangan Jakarta-Ho Chi Minh, jumlah pengunjung akan meningkat drastis.

Harapan sama disampaikan oleh La Quoc Khanh. Menurutnya, tahun lalu pengunjung asal Indonesia yang ke Vietnam hanya 22.000 orang. Melalui pembukaan penerbangan Air Asia dengan harga murah ini, dia berharap jumlah pengunjung akan meningkat drastis.

Dia mengatakan, Indonesia memiliki posisi penting di ASEAN dan dunia. Maka, akses penerbangan yang lebih murah dan mudah ini sangat memberikan keuntungan bagi negaranya. Sebab, orang Vietnam bisa lebih sering ke Indonesia dan dia berharap orang Indonesia juga sering ke Vietnam.

Tentang potensi wisata di kedua negara, hal itu tak perlu diragukan. Baik Indonesia maupun Vietnam memiliki banyak andalan obyek wisata.

"Kami semua di Vietnam kenal Bali dan bermimpi bisa ke sana. Dengan pembukaan jalur penerbangan Air Asia ini, rakyat kami akan lebih sering ke Indonesia dan kerja sama kedua negara akan terjalin lebih baik," katanya.

Persoalannya, rakyat Vietnam belum bisa menerima rupiah. Padahal, mereka bisa menerima bath (Thailand), ringgit (Malaysia), dan dollar Singapura.

Menurut Quoc Khahn, itu lebih karena masih jarang orang Indonesia yang ke Vietnam. "Kalau orang Indonesia lebih banyak datang ke sini, maka rupiah akan segera diterima," ujarnya.

Yang pasti, kedua negara sepakat untuk mempermudah arus wisata kedua belah pihak. Dengan tambahan munculnya empat penerbangan seminggu dari Air Asia, harapan ini akan semakin cepat terwujud. Wisatawan Indonesia siap "menyerang" Vietnam, demikian pula sebaliknya. (HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau