Tak Ada Keanehan pada Penampilan Sony

Kompas.com - 09/10/2009, 20:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak ada yang berbeda dengan penampilan Sony, penyewa kamar kos yang ditempati Zuhri dan Syahrir. Sehari-hari, Sony layaknya mahasiswa pada umumnya yang gemar menggunakan kemeja dan celana bahan dan membawa tas laptop.

"Penampilannya mahasiswa saja, santai," kata Rudi Kurniawan, salah seorang penghuni kos nomor 12, Jumat (9/10).

Kepada Rudy, Sony mengaku sebagai mahasiswa pada Universitas Islam Negeri Jakarta, Fakultas Sains dan Teknologi, semester akhir.

Rudy mengatakan, Sony jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya. Setiap harinya, Sony selalu meninggalkan kamar kosnya pada pagi hari dan kembali saat malam hari. "Katanya, ia kerja di Sudirman. Kerjaannya dapat dari dosen," ucap Rudi.

Suwarni, sang penjaga kos, mengatakan hal yang serupa. Wanita setengah baya itu tidak pernah melihat wajah Sony dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus teroris yang marak diberitakan di televisi.

Karena tak melihat ada kejanggalan, Suwarni pun langsung mengiyakan saat Sony menyewa kamar kos seharga Rp 480.000 tersebut. "Dia masuk awal September, tidak ada yang aneh pada dia," ucapnya.

Menurut Suwarni, Sony jarang sekali berinteraksi, baik dengan dirinya maupun rekan-rekan satu kos lainnya. Ia juga tidak mengetahui identitas dua tamu yang menginap di kamar Sony. "Temannya baru datang, belum sempat ditanya identitasnya," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, siang tadi tim Densus 88 melakukan penggerebekan sebuah rumah kos-kosan di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, buronan Bom Kuningan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau