Korban Gempa Keluhkan Beras Tak Layak Konsumsi

Kompas.com - 09/10/2009, 21:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com  - Sejumlah korban gempa di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluh saat mereka menerima beras bantuan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Relawan yang juga aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Mukri Friatna, mengabarkan dari Padang, Jumat, sejumlah korban gempa itu mengaku telah menerima beras dari pemerintah dalam kondisi telah berjamur dan berwarna hitam kehijauan.

 "Warga korban gempa di Kota Padang yang menerima beras berjamur itu, menyampaikannya kepada kami," ujar Mukri yang juga Manager Regional Sumatra Eksekutif Nasional Walhi yang sejak hari pertama usai gempa telah diterjunkan ke Padang itu.

Menurut Mukri, contoh beras tersebut telah dibawa ke posko bantuan gempa Walhi oleh perwakilan warga korban gempa di sana, Fuat, dari Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Warga setempat menyebutkan, beras tersebut telah didistribusikan kepada para korban gempa sejak dua hari lalu. Mukri berharap hendaknya semua bantuan pangan bagi korban gempa semestinya memenuhi standar dan layak konsumsi, agar tidak membahayakan mereka.

Walhi di Sumatra sejak terjadi gempa itu telah mengerahkan relawan dan berusaha menggalang dukungan bantuan dana bagi korban gempa melalui perwakilan di provinsi masing-masing.

Walhi Sumsel membuka posko solidaritas dan menyiapkan rekening bagi masyarakat luas yang siap menyumbang dana untuk korban gempa di Sumbar dan Jambi.

Walhi Lampung juga menggalang aksi solidaritas membantu korban gempa itu, termasuk melepas tim distribusi bantuan korban gempa Sumbar (bersama tim dari Lampung), Jumat pagi dari Sekretariat Walhi Sumsel di Palembang.

Sumbar diguncang gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada Skala Richter, pekan lalu, antara lain telah menewaskan lebih dari 700 jiwa penduduk setempat, dan mencederai rabuan lainnya. Sedangkan korban yang selamat sebagaian besar hingga kini masih mengungsi di tenda-tenda darutat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau