Warga Gunungsari Gresik Gelar Ritual Minta Hujan

Kompas.com - 09/10/2009, 23:40 WIB

GRESIK, KOMPAS.com--Ratusan warga Dusun Gunungsari, Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis, menggelar ritual minta hujan di Telaga Gunung Sari desa setempat.

"Telaga Gunung Sari merupakan telaga di desa setempat yang menjadi sumber mata air bagi warga untuk memenuhi kebutuhan akan air, namun kini karena musim kemarau telaga itu kering," kata Sekretaris Desa Indrodelik, Mutasam.

Selama hampir dua bulan terakhir, warga sekitar kesulitan mendapatkan air karena telaga yang sudah mengering. Sementara kondisi air PDAM di desa setempat tidak berfungsi.

"Karena Dusun Gunungsari berada di dataran tinggi, aliran air pipa PDAM sendiri belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga di desa setempat," katanya.

Warga desa setempat terpaksa membeli air dari pedagang air keliling yang per harinya bisa menghabiskan Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.

Untuk itu, supaya telaga yang sifatnya tadah hujan itu bisa kembali terisi, warga berbondong-bondong pergi menuju telaga untuk menggelar ritual minta hujan dengan berdoa bersama.

Dalam ritual tersebut sejumlah sesaji disiapkan terdiri dari nasi kuning, ketan, buah-buahan, dawet, dan ikan.

"Sebagian sesajian itu dimakan warga, dan sebagian lainnya sengaja disisakan di pinggiran telaga untuk leluhur penunggu telaga," katanya.

Tradisi ritual minta hujan ini hampir tiap tahun diadakan, tepatnya ketika telaga sudah mengering.

Warga juga masih mempercayai tradisi turun temurun ini sebagai bentuk untuk menolak bala bencana. Pasalnya mereka meyakini air Telaga Gunung Sari selain dapat diminum juga sebagai obat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau