Kejahatan Israel Mungkin Dibahas

Kompas.com - 10/10/2009, 05:58 WIB
 

KAIRO, KOMPAS.com - Perunding senior PLO, Saeb Erekat, kepada televisi satelit Aljazeera, Kamis (8/10) malam, mengungkapkan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta digelar sidang darurat di Lembaga Hak Asasi Manusia PBB. Sidang akan membahas kejahatan perang Israel di Jalur Gaza.

Abbas menginstruksikan Duta Besar Palestina untuk PBB, di Geneva, Ibrahim Khreisheh, segera melakukan koordinasi dengan kelompok Arab, Islam, dan Gerakan Non-Blok (GNB) di PBB untuk mengusulkan sidang.

Jika usulan Palestina itu mendapat dukungan minimal 16 negara dari 47 negara anggota Lembaga HAM PBB, akan dilakukan sidang darurat.

Khreisheh menambahkan, Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeliddin Ihsanoglu mendukung langkah itu.

PBB sedianya menggelar voting soal pembahasan laporan Richard Goldstone hari Jumat pekan lalu. Laporan Goldstone itu berisi kejahatan perang Israel di Jalur Gaza.

Atas permintaan Abbas karena tekanan AS dan Israel, sidang ditunda hingga Maret 2010. Tak pelak lagi, Presiden Abbas mendapat kecaman keras dari internal Palestina ataupun dunia Arab.

Front Demokrasi untuk Pembebasan Palestina (DFLP) sebaliknya menyerukan agar para pejabat Palestina yang terlibat penundaan sidang diadili. DFLP menyebut penundaan sidang itu merupakan kejahatan politik.

DFLP juga menuntut Otoritas Palestina berusaha meminta Lembaga Hak Asasi Manusia PBB menggelar sidang sesegera mungkin untuk membahas laporan Goldstone.

Libya gagal

Libya gagal membujuk Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar sidang khusus tentang laporan Goldstone itu. Libya saat ini adalah satu-satunya negara Arab anggota tidak tetap DK PBB.

Sedianya, sidang DK PBB untuk membahas laporan Goldstone dijadwalkan hari Rabu lalu.

Dubes Libya untuk PBB Abdel Rahman Shalqom mengatakan, Libya mengambil tindakan itu agar laporan Goldstone tetap bisa digulirkan di forum internasional.

Meskipun upaya Libya gagal, DK PBB memutuskan mempercepat pelaksanaan sidang reguler tentang isu Timur Tengah, termasuk isu laporan Goldstone, pada hari Rabu (14/10) yang akan datang.

Sedianya, Jadwal sidang reguler DK PBB tentang isu Timur Tengah digelar pada 20 Oktober.

Menlu Palestina Riyadh al-Maliki menyerukan agar masyarakat internasional memberi dukungan terhadap laporan Goldstone dalam forum sidang DK PBB nanti.

”Saya sendiri akan menyampaikan pandangan Palestina tentang laporan Goldstone dalam forum sidang DK PBB pada hari Rabu pekan depan. Diskusi memang terbuka atas semua isu soal Timur Tengah. Namun, saya akan fokus pada isi laporan Goldstone,” lanjut Al-Maliki kepada radio BBC edisi Arab. (mth)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau