Penghuni Kos Ragukan Soni adalah Syaifudin Zuhri

Kompas.com - 10/10/2009, 12:52 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Penghuni dan penjaga rumah kos yang menjadi sasaran penggerebekan tim Densus 88 meragukan kalau mahasiswa yang mengaku Soni adalah Syaifudin Zuhri. Ciri fisik Soni diakui salah seorang penghuni kos berbeda dengan ciri fisik Syaifudin Zuhri yang marak diberitakan di berbagai media. 

"Yakin 70 persen kalau itu bukan Syaifudin Zuhri," ucap Bahrudin (17), mahasiswa yang menempati kamar nomor 14, saat ditemui Kompas.com di Ciputat, Sabtu (10/10).

Penampilan Soni, kata dia, seperti anak muda pada umumnya, berambut ikal. Terakhir kali menggunakan kaus dan celana jins.

Mahasiswa semester I ini pertama kali bertemu dengan Soni beberapa hari sebelum bulan puasa. Kala itu, Soni mengatakan ingin menyewa kamar kos. Mendengar hal tersebut, Bahrudin pun mengantarkannya kepada Suwarni, penjaga rumah kos. 

Kala itu Soni di depan Suwarni, atau yang akrab dipanggil Bu De, menuliskan nama dan nomor teleponnya. Meski jarang bergaul dengan penghuni kos lainnya, tak ada yang mencurigakan pada Soni.

"Setiap ketemu pasti menegur, tapi ya hanya sambil lewat saja," kata Bahrudin.

Setelah beberapa hari menempati kamar kosnya, Soni mengajak seorang teman untuk menginap di kamar seharga Rp 480.000 tersebut. Kepada Bahrudin, Soni sempat memperkenalkan pria tersebut, tetapi sayang Bahrudin tidak mengingat dengan jelas nama pria itu.

"Namanya agak susah, jadi saya tidak ingat," kata dia. 

Dimas (19), penghuni kos lainnya, mengatakan hal serupa, semenjak beberapa hari yang lalu kamar bernomor 15 tersebut tampak sepi. "Ibu kos bilang pagi itu enggak ada Soni di kamar kosnya. Katanya sedang ke Padang," kata dia. 

Mahasiswa semester III ini mengaku belum pernah berinteraksi langsung dengan Soni ataupun temannya. Setiap bertemu, Sony tidak pernah menegur dirinya.

Sebelumnya, Suwarni, penjaga kos, juga mengatakan hal yang sama. Wanita yang biasa dipanggil Bu De ini tidak pernah melihat Soni dalam pemberitaan para buronan. "Enggak, sama sekali enggak pernah lihat dia di televisi," kata dia.

Beberapa hari yang lalu, kata dia, Soni pamit untuk pergi ke Padang. Namun, Soni tidak mengatakan tujuannya ke Padang. 

Wanita yang saat ini menghilang mengatakan, Soni tidak pernah memperkenalkan teman barunya. Keduanya jarang bertegur sapa dengan dirinya. Setiap harinya Soni selalu berangkat pagi dan pulang malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau