Gol Telat Palermo Menangkan Argentina

Kompas.com - 11/10/2009, 07:04 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Penyerang Argentina, Martin Palermo, mencetak gol di masa injury time yang menentukan kemenangan 2-1 atas Peru dalam duel lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, di Stadion Monumental, Sabtu (10/10).  Poin penuh membuat Argentina membuat naik ke peringkat keempat klasemen sekaligus menjaga peluang lolos langsung ke Afsel.

Sebelumnya, Argentina berada di peringkat kelima klasemen kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Selatan, posisi minimum untul lolos putaran final melalui playoff, dengan 22 poin atau berselisih satu angka dari Ekuador di posisi keempat. Mengingat tipisnya selisih poin dengan peringkat di bawahnya, Argentina tak punya pilihan selain menang atas Peru.

Dalam keadaan tertekan, Argentina mencoba memanfaatkan keunggulan main kandang sebagai motivasi untuk menang. Dengan memainkan penguasaan bola dalam tempo sedang, mereka berhasil menekan Peru.

Meski begitu, Argentina tetap kesulitan menciptakan peluang. Hal ini terjadi karena Peru bermain sangat defensif. Saat diserang, sekitar delapan sampai sembilan pemain Peru memadati kotak penalti. menguasai bola, mereka hanya menyerang dengan tiga orang, sementara yang lainnya tetap bertahan di belakang garis.

Melihat permainan bola pendek tak mampu mendobrak benteng Peru, Argentina mencoba memainkan umpan-umpan panjang dan terobosan. Taktik ini beberapa kali berhasil membuka celah pertahanan lawan. Meski tak banyak, sejumlah peluang pun berhasil tercipta. Sayang, buruknya komunikasi dan penyelesaian akhir membuat kesempatan terbuang sia-sia.

Pada menit ke-15, misalnya, Lionel Messi melepaskan umpan terobosan kepada Di Maria. Dari sektor kanan pertahanan Peru, Di Maria melepaskan umpan silang kepada pemain debutan, Gonzalo Higuain yang tak terkawal. Namun, Higuain begitu pasif menunggu bola sehingga bola keburu diamankan Leao Butron.

Dua menit berikutnya, dengan aksi individu cantik, Messi berhasil menarik bek Peru keluar. Begitu melihat peluang, ia melepas umpan terobosan kepada Higuain di kotak penalti. Sayang, Higuain tak berhasil mengontrol bola, sehingga bola lepas dan dibuang lawan.

Akhirnya, baru di menit ke-20, Argentina berhasil menciptakan peluang bagus melalui Higuain. Memanfaatkan umpan Di Maria, Higuain mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang. Sayang, kaki Butron masih bisa mementalkan bola.

Terus menerus gagal, Argentina tak juga menyerah. Untuk mengatasi kebuntuan, mereka mencoba menurunkan tempo permainan untuk memperbaiki penguasaan bola. Akhirnya, setelah menunggu hingga menit ke-40, Argentina kembali menciptakan peluang melalui Messi.

Dari tengah kotak penalti, Messi melepaskan tendangan ke sudut kanan atas gawang Peru. Sayang sekali, menjelang mulut gawang, bola melengkung dan menjauh dari sasaran.

Argentina terus menguasai laga dan Peru terus menerus tertekan. Toh, skor 0-0 tak berubah hingga peluit turun minum berbunyi.

Memasuki babak kedua, Peru tiba-tiba datang mengejutkan. Agak jauh di luar kotak penalti, Juan Vargas melepas tendangan jarak jauh ke tengah atas gawang Sergio German Romero. Sayang, bola masih membentur mistar atas gawang.

Ancaman itu tak membuat Argentina gentar. Dengan tekun mereka mempertahankan tensi serangan dan tempo permaina. Akhirnya, di menit ke-47, Argentina berhasil unggul setelah Higuain berhasil meloloskan umpan Pablo Aimar ke sudut kanan bawah gawang Bruton.

Keadaan tertinggal membuat Peru memutuskan menyerang. Mereka pun berhasil menciptakan ancaman ganda di menit ke-56. Setelah tembakan Fano ditepis Romero, bola jatuh ke kaki Ramirez yang langsung menembakkan bola ke gawang yang kosong. Namun, bola membentur bek Emiliano Insua.

Argentina belum bangkit ketika Peru melancarkan ancaman berikutnya di menit ke-65. Dari sisi kanan kotak penalti, Amilton Prado melepaskan umpan silang kepada Johan Fano yang berdiri di depan tiang kanan Argentina. Ia hanya perlu menjulurkan kaki untuk memasukkan bola dan memang itu yang ia lakukan. Sayang, jangkauan kakinya tak mencapai bola, sehingga bola meluncur keluar lapangan.

Ancaman Peru kali ini direspons cukup serius oleh Argentina. Mereka mulai mengendurkan serangan dan mengetatkan barisan belakang. Untuk memperkokoh benteng belakang, pelatih Argentina, Diego Maradona, menarik Higuain dan memasukkan bek Martin Demichelis.

Selama beberapa saat, perubahan itu sepertinya cukup bagi Argentina untuk mengamankan keunggulan. Sayang, prediksi Maradona keliru. Sesaat menjelang masa injury time, Peru berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Rengifo. Memanfaatkan umpan Vargas, Rengifo meloloskan bola ke dalam gawang Argentina.

Dalam keadaan hujan deras dan tipisnya waktu, Argentina semakin terancam kehilangan poin penuh di kandang. Namun, sesaat sebelum laga berakhir, Argentina memastikan keunggulan melalui Martin Palermo. Memanfaatkan umpan Gabriel Heinze, Palermo melesakkan bola ke sudut kanan bawah gawang Peru. Argentina akhirnya menutup laga dengan keunggulan 2-1.

Argentina kini mengoleksi 25 poin dan berada di posisi kedua. Namun, mengingat hanya berselisih sat angka dari Uruguay di peringkat kelima dan dua angka dari Ekuador di posisi keenam, Argentina dituntut untuk menang atas Uruguay dalam duel terakhir babak kualifikasi, Rabu (14/10).

Susunan pemain:
Argentina:
Romero; Heinze, Schiavi, Gutierrez, Insua; Aimar (Federico Insua 76), Mascherano, Di Maria, Perez (Palermo 45); Messi, Higuain (Demichelis  67)
Peru: Butron; Vilchez, Prado, Rodriguez, Zambrano; Solano (Palacios 65), Risco, Torres, Ramirez, Balkon; Fano (Rengifo 71)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau