Leonardo Hapus Jejak Ancelotti

Kompas.com - 12/10/2009, 04:35 WIB

MILAN, KOMPAS.com - Media-media Italia mengaku mengetahui bahwa pelatih AC Milan, Leonardo mengubah sejumlah besar kebijakan dan kebiasaan tim peninggalan rezim Carlo Ancelotti. Mereka menduga, inilah yang membuat performa Milan begitu buruk musim ini.

Ancelotti meninggalkan Milan, akhir musim lalu, setelah delapan musim berkuasa. Selama sewindu di San Siro, Ancelotti berhasil mempersembahkan delapan trofi, termasuk dua trofi Liga Champions dan satu gelar scudetto. Dan, yang pasti, Ancelotti telah membentuk karakter Milan, sesuai keinginannya.

Hal itulah yang coba dihapus Leonardo. Meski mengadaptasi skema 4-3-1-2, ia memberangus metode latihan Ancelotti. Leonardo tak banyak menggenjot fisik pemainnya. Ia lebih banyak melatih pemain untuk memainkan bola lebih sering. Metode ini juga dipakai Jose Mourinho di Inter Milan.

Sesi latihan Leonardo lebih sering digelar pada siang hari ketimbang malam hari. Ia tak akan memberi toleransi untuk pemain yang keluyuran malam-malam. Ronaldinho pernah mendapat sanksi karena beberapa kali tak bisa menahan diri keluar malam.

Untuk mengatasi masalah cedera, Leonardo juga membawa sejumlah physioterapis baru. Ia juga menggunakan asisten untuk mengetikkan data statistik individu di komputer untuk kemudian dianalisis. Ancelotti juga mengakui, teknologi komputer membuat pekerjaan itu bisa diselesaikan lebih efektif dan efisien.

Mengenai kebijaksanaan pertandingan, Leonardo baru mengumumkan skuadnya beberapa saat sebelum pertandingan. Ia juga mengatur supaya sebisa mungkin, skuad langsung kembali ke markas setelah pertandingan Liga Champions.

Sekadar catatan, pada masa Ancelotti, physioterapis Milan memiliki program yang membuat pemain tua tetap bugar meski sudah melewati usia 30 tahun. Gelandang Inggris, David Beckham, pernah merasakan dan mengakui kehebatan program latihan fisik Milan.

Entah apa motivasi dan dan kompetensi Leonardo melakukan perubahan, yang jelas, publik Milan berharap, Massimo Ambrossini dkk segera bangkit dan memperbaiki performa. Milanisti sudah lelah melihat tim kesayangan mereka tampil buruk dan dipermalukan klub-klub medioker.

Dalam tujuh laga Serie-A, Milan hanya mampu menorehkan dua kemenangan, tiga hasil seri, dan sekali kalah. Mereka juga hanya memasukkan empat gol, namun kebobolan tujuh gol. Mereka pun tersurut ke posisi ke-12 dengan koleksi sembilan poin atau berselisih tujuh angka dari Inter Milan di puncak klasemen. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau