Toyota FT-86 Concept Menampilkan Indikator Neon Merah

Kompas.com - 12/10/2009, 07:31 WIB

KOMPAS.com Inilah salah satu mobil konsep yang teknologinya berbeda jika dibandingkan dengan produk Toyota lainnya ketika ia dipajang di TMS 2009. Pasalnya, bila mobil konsep lain menawarkan hibrida plug-in dan listrik, maka yang satu ini murni mengandalkan mesin bensin.

Fitur menarik dari FT-86 atau Future-Toyota hachi roku sebagai mobil sport kompak (panjang 4.160 mm) adalah pada sumber penggeraknya. Toyota mengandalkan mesin boxer 2.000 cc dengan 4 silinder. Selama ini, Toyota tidak pernah menggunakan mesin boxer.

Satu-satunya produsen Jepang yang menggunakan mesin boxer adalah Subaru. Karena itu, dapat dipastikan, kali ini Toyota coba menggunakan mesin Subaru. Pasalnya, setelah cabut dari GM, Subaru memilih berkolaborasi dengan Toyota. Karena itu pula, ada yang menyebut mobil ini dengan “Toyobaru”. Sementara itu, Toyota belum memberikan informasi mengenai alasan mereka menggunakan mesin boxer, dan produsen yang memasok mesin tersebut.

Toyota malah menjelaskan tentang warna merah cingklong, transmisi manual 6 kecepatan, dan rem ADVICS plus sistem gerak roda belakang. Dikatakan, FT-86 adalah kreasi terbaru dari Toyota Europe Design Development yang dikenal sebagai ED2. Ciri khas dari penampilan yang dikembangkan pada FT-86 ini ada pada lekuk bodi dengan postur ceper dan aerodinamikanya.

Yang tak kalah menarik adalah desain interior. Sebelumnya, hanya sosok eksterior yang dirilis. Namun kini, sebagian foto interior juga dipublikasikan. Ciri khas panel instrumen dengan dasar abu-abu dan putih ini ada pada perangkat indikator yang menggunakan cahaya neon merah. Sistem informasi lainnya, termasuk navigasi, menggunakan layar peraga digital. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau