JAKARTA, KOMPAS.com — Mabes Polri, Senin (12/10) sore, akan mengumumkan dua identitas tersangka teroris yang tewas tertembak saat penangkapan pada Jumat di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
"Rencananya sore nanti kami akan memberikan keterangan di Mabes Polri kira-kira pukul 17.00," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Sulistyo Ishak di Jakarta, Senin pagi.
Polri akan mengumumkan identitas resmi setelah proses identifikasi secara ilmiah telah selesai. Tim dokter Polri selalu menggunakan tiga metode untuk identifikasi jenasah secara ilmiah, yakni sidik jari, DNA, dan gigi.
Jika salah satu dari ketiga itu identik, identitas jenazah telah dapat dipastikan. Namun, Polri sering menggunakan dua metode sekaligus agar hasilnya tidak diragukan oleh publik, yakni sidik jari dan DNA. Adapun gigi jarang dipakai karena tersangka biasanya jarang memiliki foto gigi dari dokter gigi.
Identifikasi sidik jari dapat diketahui dalam waktu singkat, yakni beberapa jam saja jika semua sampel telah didapat. Adapun uji DNA butuh waktu paling cepat 30 jam setelah semua sampel diuji.
Pada Jumat Polri menggerebek rumah kos di Ciputat karena diduga di sana ada dua tersangka teroris yang bersembunyi di dalam salah satu kamar.
Diduga, dua tersangka itu adalah Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir, keduanya kakak beradik. Polisi menembak mati mereka karena melawan polisi dengan melempar bom rakitan.
Mereka adalah buronan kasus pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Syaifudin diduga menjadi perekrut dua pelaku bom bunuh diri, yakni Dana Permana Putra dan Nana Ichwan Maulana.
Adapun Syahrir diduga berperan sebagai perencana selain menyembunyikan Noordin M Top, warga negara Malaysia yang menjadi buronan selama sembilan tahun, dan kini telah tewas. Kini, kedua jenazah itu masih berada di Rumah Sakit RS Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Rumah kos yang menjadi tempat persembunyian kedua tersangka masih dijaga polisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang