Sore Ini Identitas Teroris "Ciputat" Diumumkan

Kompas.com - 12/10/2009, 08:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mabes Polri, Senin (12/10) sore, akan mengumumkan dua identitas tersangka teroris yang tewas tertembak saat penangkapan pada Jumat di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.

"Rencananya sore nanti kami akan memberikan keterangan di Mabes Polri kira-kira pukul 17.00," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Sulistyo Ishak di Jakarta, Senin pagi.

Polri akan mengumumkan identitas resmi setelah proses identifikasi secara ilmiah telah selesai. Tim dokter Polri selalu menggunakan tiga metode untuk identifikasi jenasah secara ilmiah, yakni sidik jari, DNA, dan gigi.

Jika salah satu dari ketiga itu identik, identitas jenazah telah dapat dipastikan. Namun, Polri sering menggunakan dua metode sekaligus agar hasilnya tidak diragukan oleh publik, yakni sidik jari dan DNA. Adapun gigi jarang dipakai karena tersangka biasanya jarang memiliki foto gigi dari dokter gigi.

Identifikasi sidik jari dapat diketahui dalam waktu singkat, yakni beberapa jam saja jika semua sampel telah didapat. Adapun uji DNA butuh waktu paling cepat 30 jam setelah semua sampel diuji.

Pada Jumat Polri menggerebek rumah kos di Ciputat karena diduga di sana ada dua tersangka teroris yang bersembunyi di dalam salah satu kamar.

Diduga, dua tersangka itu adalah Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir, keduanya kakak beradik. Polisi menembak mati mereka karena melawan polisi dengan melempar bom rakitan.

Mereka adalah buronan kasus pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Syaifudin diduga menjadi perekrut dua pelaku bom bunuh diri, yakni Dana Permana Putra dan Nana Ichwan Maulana.

Adapun Syahrir diduga berperan sebagai perencana selain menyembunyikan Noordin M Top, warga negara Malaysia yang menjadi buronan selama sembilan tahun, dan kini telah tewas. Kini, kedua jenazah itu masih berada di Rumah Sakit RS Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rumah kos yang menjadi tempat persembunyian kedua tersangka masih dijaga polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau