Honda Tiger Kecebong Kelahiran Pontianak

Kompas.com - 12/10/2009, 16:38 WIB


KOMPAS.com - Streetfighter, hot rod, drag look atau racing look merupakan aliran modifikasi yang dianut para builders saat merombak motor jenis sport atau bebek. Tapi Eriko, punggawa Kiko Custom dari Pontianak, Kalimantan Barat malah enggak bisa menyebutkan arah karyanya pada Honda Tiger 2006.

Katanya, bentuknya masih belum jelas. Malah ia menegaskan rupanya mirip kecebong. Kategorinya bisa masuk sebagai ubahan ekstrem karena potong rangka dan mengubah bodi secara total. Malah ada penambahan rangka baru di bagian samping yang menggunakan pipa bulat berdiameter 1 inci.

Fungsi kerangka tambahan di samping itu, menurut Kiko - sapaan karib Eriko - sebagai dudukan tangki custom. Selain itu, sangat pas untuk menimbulkan kesan kokoh. Pemasangannya menggunakan baut yang diletakkan ke kerangka asli dan lengan ayun (swing arm).

Untuk bodi, bagian tengah dibikin ramping. Beda sama bagian depan atau buritan yang terkesan membengkak. Khususnya belakang, bentuknya unik dan aplikasi dari Yamaha Mio. Alhasil, banyak yang bertanya kenapa modelnya seperti itu.

Agar belakang menungging, rangka belakang dipotong dan redesain. Cukup unik juga model jok dengan bagian tengah ada bulatan cukup besar. Meski sosok tampilan cukup aneh, tapi Kiko berani menjamin motor ini layak jalan.(Nurfil)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau