JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mematok target penyerapan stimulus fiskal hingga akhir tahun 2009 akan mencapai 90 persen. Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menilai target tersebut sebagai hal yang wajar karena berada di kisaran rata-rata penyerapan anggaran per tahun.
"Ya bagus dong kalau 90 persen. Kalau sudah 90 persen mah sudah bagus banget. Memang rata-rata selama ini penyerapan itu biasanya 95 persen-85 persen. Jadi kalau 90 persen, sudah in the middle," ujarnya, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (12/10).
Menkeu mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyerapan anggaran stimulus fiskal nantinya. Jika ternyata ditemukan bahwa anggaran tidak dapat terserap seluruhnya karena adanya efisiensi anggaran, maka tidak ada masalah. "Misalnya kalau estimasi anggaran sebesar 100, namun setelah tender dapetnya 90 ya yang 10 itu tidak keluar. Jadi itu penghematan karena prosesnya sudah lebih bagus," tuturnya.
Namun, jika dikarenakan oleh adanya kegagalan perencanaan dan pelaksanaan, maka pihaknya mengancam akan memberikan sanksi kepada Kementrian Lembaga (K/L) ataupun pemerintahan daerah. "Seperti yang disampaikan kepada dewan kita evaluasi saja. Kalau absorsinya karena kegagalan perencanaan dan pelaksanaan, itu masuk dalam bagian pemotongan atau sanksi," jelasnya.
Sebelumnya Direktur Jenderal Perbendaharaan Depkeu Hery Purnomo mengatakan memasuki kuartal akhir di tahun 2009 ini, jumlah stimulus yang baru terserap sekitar 31,46 persen atau sekitar Rp 3,565 triliun dari pagu anggaran stimulus infrastruktur 11,335 triliun. Rendahnya penyerapan anggaran ini, dapat mengancam pertumbuhan ekonomi pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang