BEKASI, KOMPAS.com — Parwoto, ayah Sonny, pemesan kamar teroris di Ciputat, sempat minta doa kepada tetangga untuk Sonny yang sedang menjadi relawan di Padang, Sumatera Barat.
"Doain ya anak saya supaya cepat pulang jadi relawan di Padang. Tidak pulang-pulang," kata Morin kepada Kompas.com, Selasa (13/10), salah seorang tetangga Sonny, mengulang perkataan Marwoto saat pulang shalat maghrib pada Selasa (6/10).
Sonny adalah mahasiswa program studi Fisika semester sebelas, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Ia diduga memesan kamar nomor 15, yang menjadi tempat persembunyian dua teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syarir. Keduanya tewas dalam penggerebekan yang dilakukan Tim Densus 88 beberapa hari lalu.
Sonny sendiri ditangkap di Padang, Sumatera Barat, saat menjadi relawan dari Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi. Menurut Morin, Parwoto bekerja sebagai wiraswasta usaha bubut. Adapun istrinya yang kerap dipanggil Ibu Marin adalah ibu rumah tangga yang membuka usaha warung. "Kesehariannya juga ikut pengajian ibu-ibu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Sonny adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Mereka mendiami rumah tipe 36 dengan luas tanah 100 meter persegi di Perum Mangun Jaya Indah II, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang