UPH College, Terobosan Baru Dunia Pendidikan Indonesia

Kompas.com - 13/10/2009, 16:05 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James Riady berharap kehadiran UPH College dapat mempersiapkan dan membekali para pemuda Indonesia menjadi pemimpin bangsa.

"UPH College berawal dari ide bagaimana anak-anak muda SMU dididik, diberi pembekalan yang cukup agar saat masuk universitas mereka sudah siap dengan sasaran yang lebih jelas. Dengan demikian, waktu untuk menyelesaikan pendidikan S-1 lebih cepat," kata James Riady di kampus UPH Lippo Village, Tangerang, Banten, Selasa (13/10) sore.

Lokasi UPH College, yang berada di dekat kampus Universitas Pelita Harapan Lippo Village, membantu siswa UPH College lebih baik karena siswa bisa masuk asrama dengan program International Bachelorette. "Seperti halnya SPH sebelum berganti nama, UPH College pun menggunakan bahasa pengantar dan pengajar asing. Kami berharap UPH College menjadi pelopor pendidikan berkualitas di Indonesia," kata James.

James Riady juga berharap kabinet baru dan para elite pemerintah betul-betul memerhatikan dunia pendidikan. "Bagaimana pun, membangun bangsa itu kuncinya ada pada sumber daya manusia. Nah, SDM inilah yang harus dikembangkan serius," kata James.

Terobosan baru dunia pendidikan

UPH College adalah SMU yang membawa terobosan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia dengan kurikulum nasional dan nilai tambah positif dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang memungkinkan siswa memperoleh kredit dari beberapa mata pelajaran yang dapat ditransfer menjadi kredit kuliah di universitas. Program ini memungkinkan siswa yang lulus dapat diterima langsung di Universitas Pelita Harapan (UPH). Program UPH College akan dibuka mulai tahun ajaran tahun 2010.

Koordinator Sekolah Dian Harapan dan Sekolah Pelita Harapan, Aileen Hambali Riady, mengungkapkan, kelebihan yang dimiliki UPH College antara lain mata pelajaran yang lebih berbobot, di mana siswa bukan saja memenuhi pelajaran yang diminta pemerintah untuk mengikuti Ujian Negara Nasional, melainkan juga memiliki pilihan mata pelajaran yang beragam. Siswa dapat memperoleh nilai kredit di UPH bila kelak mereka memilih melanjutkan studi di UPH.

"Tujuan UPH College memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk dapat mengembangkan diri sesuai talenta masing-masing melalui pelajaran tambahan, yang dapat diambil sejak mereka duduk di bangku kelas I SMU. Bahkan bila mereka lulus UPH College, mereka akan dapat langsung diterima di UPH," kata Aileen.

Setiap siswa UPH College dapat menggunakan fasilitas olahraga dan kesenian bertaraf internasional, seperti kolam renang, lapangan sepak bola, basket, voli, pusat kebugaran, musik, biliar, tenis meja, dan klub aerobik. Siswa UPH College juga dapat memanfaatkan perpustakaan termodern di Indonesia dengan fasilitas lebih dari 65.000 buku dan fasilitas e-library (e-books dan e-journals).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau