Siswa di Pariaman Kurang Seragam!

Kompas.com - 13/10/2009, 17:45 WIB

PARIAMAN, KOMPAS.com — Aktivitas hari pertama sekolah pascagempa, Selasa (13/10), ratusan murid sekolah dasar (SD) tidak menggunakan seragam sekolah, bahkan ada yang hanya bersandal jepit dan tanpa perlengkapan menulis.

Kepala SDN 03 Sumarni mengharapkan pemerintah dan para donor untuk membantu pengadaan seragam sekolah dan peralatan tulis bagi anak-anak korban gempa di daerahnya. "Sejauh ini belum ada bantuan pakaian seragam. Sebagian besar seragam sekolah anak-anak tertimbun reruntuhan puing rumah mereka saat gempa," kata Sumarni.

Selain itu, aktivitas belajar mengajar hari pertama berlangsung di bawah tenda darurat di kecamatan tersebut. "Seharusnya hari pertama sekolah pada Senin (12/10), tapi tenda darurat baru ada pada Senin petang sehingga hari pertama sekolah baru hari Selasa ini," kata Ampelsa, mengutip dewan guru di Sungai Limau.

Sumarni menjelaskan, para siswa yang belajar di bawah tenda berwarna biru itu terlihat kepanasan. Kondisi tersebut memaksa siswa mengikuti pelajaran di bawah pohon kayu. Di sisi lain, ruang kelas yang rusak ringan juga tidak dimanfaatkan karena para siswa masih trauma akibat gempa.

"Anak-anak lebih senang belajar di luar ruangan kelas, padahal masih bisa digunakan, sebab mereka masih trauma akibat gempa," kata Sumarni.

Murni, murid kelas IV SDN 29, mengatakan tidak lagi punya seragam akibat tertimbun longsor bersama rumahnya yang roboh terkena guncangan gempa tersebut. "Saya tidak lagi memiliki seragam sekolah, tas, serta buku tulis, karena semua tertimbun longsor bersama rumah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau