PADANG, KOMPAS.com--Sebanyak 23 naskah kuno Minangkabau berhasil diselamatkan dari kerusakan akibat gempa bumi 7,6 Skala Richter yang mengguncang Padang, Sumatera Barat, pada 30 September silam.
Kepala Sub Bidang Pelayanan Badan Perpustakaan Nasional Sumatera Barat, Yendri Buharma kepada Antara di Padang, Selasa, mengatakan "Begitu gempa, kita mengutamakan untuk menyelamatkan naskah-naskah kuno tersebut".
Yendri Buharma menuturkan, Badan Perpustakaan Nasional Provinsi Sumatera Barat merupakan bangunan berlantai empat dengan sekitar 600 ribu koleksi buku, mulai naskah kuno Minangkabau-Melayu, buku pengetahuan umum, buku anak-anak dan buku-buku koleksi budaya dan cerita rakyat tiap daerah di Sumatera Barat.
"Naskah-naskah kuno Minangkabau-Melayu itu berada di lantai tiga bangunan perpustakaan, sehingga relatif kondisinya masih baik dan bisa diselamatkan," ungkap Yendri.
Ia menambahkan, dari sekitar 600 buku koleksi di perpustakaan itu 50 persen buku telah berhasil diselamatkan dan kini disimpan di Gedung Arsip Nasional Provinsi Sumatera Barat.
Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra) Hasjim Djodjohadikusumo dalam peninjauannya ke lokasi mengatakan, upaya penyelamatan terhadap buku-buku terutama naskah kuno Minangkabau-Melayu harus terus dilakukan.
"Kalau gedung kan bisa dibangun lagi. Tetapi kalau naskah kuno kan gak bisa dinilai dengan uang dan tidak mudah untuk didapatkan," ujarnya, didampingi Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi dan Wakil Ketua Umum Fadli Zon.
Ia menambahkan, arsip atau naskah kuno Minangkabau-Melayu merupakan salah satu aset berharga bangsa yang harus diselamatkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang