BAGHDAD, KOMPAS.com - Sebelas orang tewas dan 60 lain cedera dalam serangan-serangan di Baghdad, Mosul, Irak utara, dan kota suci Syiah Karbala, Rabu (14/10), kata beberapa pejabat kepolisian dan kementerian dalam negeri.
Di Baghdad barat laut, penembakan dan serangan-serangan mortir yang hampir serentak selama perampokan permata di pasar terkenal Jawadain menewaskan delapan orang, kata seorang pejabat kementerian dalam negeri.
Tiga mortir menghantam pasar di daerah Shaala yang berpenduduk mayoritas Syiah pada siang hari (pukul 16.00 WIB), menewaskan tujuh orang dan mencederai 14 lain. Pada waktu yang hampir bersamaan, orang-orang bersenjata menyerang toko permata di daerah itu, membunuh seorang pemilik toko dan merampok tiga toko.
Di Karbala, sebelah selatan Baghdad, tiga ledakan bom di dekat tempat-tempat suci di kota itu menewaskan dua orang dan mencederai 46 orang.
Serangan-serangan itu terjadi di dekat tempat-tempat suci Abbas dan Hussein pukul 17.00 waktu setmepat (pukul 21.00 WIB), kata Mayor Polisi Alaa Abbas.
Dalam sebuah pernyataan, Gubernur Amal Addin Majid al-Herr menyalahkan serangan itu pada unsur-unsur partai terlarang Baath kubu Saddam Hussein, mantan presiden Irak yang telah dieksekusi.
Di kota bergolak Mosul, seorang polisi yang mengenakan pakaian sipil tewas ditembak oleh orang-orang bersenjata ketika ia sedang berjalan di daerah timur kota tersebut, kata seorang pejabat kepolisian.
Meski serangan-serangan di Irak secara keseluruhan menurun secara dramatis sejak tahun lalu, kekerasan di Mosul dan Baghdad terus berlangsung.
Rangkaian serangan dan pengeboman sejak pasukan AS ditarik dari kota-kota di Irak pada akhir Juni telah menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan pasukan keamanan Irak untuk melindungi penduduk dari serangan-serangan gerilya seperti kelompok militan Sunni Al-Qaeda.
Pengeboman di Baghdad dan di dekat kota bergolak Mosul tampaknya bertujuan mengobarkan lagi kekerasan sektarian mematikan antara orang-orang Sunni dan Syiah yang membawa Irak ke ambang perang saudara. Meski ada penurunan tingkat kekerasan secara keseluruhan, serangan-serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil hingga kini masih terjadi di Kirkuk, Mosul, dan Baghdad.
Banyak orang Irak juga khawatir serangan-serangan terhadap orang Syiah akan menyulut lagi kekerasan sektarian mematikan antara Sunni dan Syiah yang baru mereda dalam 18 bulan ini. Puluhan ribu orang tewas dalam kekerasan sejak invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003.
Jumlah korban tewas akibat kekerasan di Irak turun hingga sepertiga menjadi 275 pada Juli, bulan pertama pasukan Irak bertanggung jawab atas keamanan di daerah-daerah perkotaan sejak invasi pimpinan AS pada 2003.
Kekerasan menurun secara berarti di Irak dalam beberapa bulan ini, namun serangan-serangan meningkat menjelang penarikan militer AS, dan 437 orang Irak tewas pada Juni -- jumlah kematian tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang