JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Kamis (15/10) pagi, menguat tajam hingga menembus angka Rp 9.300 per dollar AS karena aktifnya pelaku membeli rupiah berkat penguatan berlanjut bursa Wall Street.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik 80 poin menjadi Rp 9.285-Rp 9.295 per dollar AS dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya, Rp 9.365-Rp 9.375.
Ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, di Jakarta, Kamis, mengatakan, melihat rupiah yang terus menguat akibat rally bursa Wall Street yang mendorong indeks Dow Jones mencapai 10.000 poin, rupiah mempunyai peluang untuk bisa mencapai level Rp 9.000 per dollar AS.
"Namun, untuk menuju level tersebut, rupiah memerlukan dukungan yang kuat, apalagi Bank Indonesia juga mempunyai kebutuhan terhadap mata uang asing itu," katanya.
"Kita lihat saja dulu apakah rupiah pada pekan depan masih dapat bergerak naik karena BI diperkirakan akan masuk pasar melepas cadangan dollarnya," tuturnya.
Fauzi mengatakan, rupiah merupakan mata uang Indonesia yang mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan mata uang utama Asia lainnya karena aktifnya pelaku asing bermain di pasar domestik. "Pelaku asing menempatkan dananya di pasar Indonesia yang memberikan gain lebih besar daripada pasar Asia lainnya," katanya.
Rupiah akan berada pada Rp 9.280-Rp 9.300 per dollar AS sepanjang pekan ini. "Kami optimistis rupiah masih dapat menguat pada hari berikutnya, melihat isu positif dari eksternal makin besar," ujarnya.
Rupiah mendapat dukungan positif dari Bursa Efek Indonesia, di mana indeksnya telah mencapai batas psikologis, 2.500 poin. Namun, kenaikan rupiah yang begitu cepat kurang disukai eksportir karena produk jualnya di pasar ekspor kurang berdaya saing.