Taufik: SBY Langsung Komunikasi ke Calon

Kompas.com - 15/10/2009, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) PDI-P Taufik Kiemas mengatakan komunikasi yang dilakukan SBY untuk meminang kader PDI-P tak lagi terjadi di tataran pimpinan partai.

Menurut Taufik, SBY sudah melakukan komunikasi langsung dengan kader PDI-P yang diliriknya untuk menjadi calon menteri. Hal ini disampaikan Taufik di Gedung DPR RI, Kamis (15/10).

Hanya saja, Taufik enggan merinci kader-kadernya yang sudah dihubungi langsung oleh SBY. "Mulai dari layer yang paling bawah sudah ada komunikasi. Jadi nanti tidak akan ada yang tidak cocok," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nama-nama seperti Sekjend PDI-P Pramono Anung, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani dan Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo disebut-sebut telah diminati oleh presiden.

Taufik mengatakan komunikasi yang sudah berjalan ke elite partai maupun langsung kepada calon-calonnya akan dibahas dalam dua hingga tiga hari ke depan. "Saya kira kita enggak pernah enggak positif, silakan (meminta nama calon menteri). Sebelah sana tidak positif, kita positif dan usaha begini kan enggak bisa sehari dua hari ya. Perlu ketekunan, usaha," tandasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau